Polda Bali : Ledakan Fast Boat Gili Cat II Murni Kecelakaan

380
Korban kapal sedang dievakuasi (foto ist).

SULUH BALI, DENPASAR – Dari hasil olah TKP sementara oleh tim inafis, Polda Bali akhirnya Kepolisian Daerah Bali (Polda Bali) sebut peristiwa ledakan fast boat Gili Cat II murni kecelakaan.

Meski demikian, Polda Bali siap memback-up untuk menyelidiki peristiwa meledaknya Speed Boat (Fast Boat) Gili Cat II, yang terjadi di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, Bali pada, Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 09. 25 pagi lalu. Hal tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol A.A Made Sudana di Denpasar, Sabtu (16/9/2016).

Mantan Kapolresta Denpasar ini menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait  peristiwa meledaknya speed boat tersebut. “Tim Inafis sudah bergerak menuju Karangasem (TKP) untuk menyelidiki penyebab terbakarnya kapal tersebut, sekarang itu kejadian di Karangasem, meski demikian kejadian itu Polda (bali) membackup, dan tim Inafis sudah bergerak kesana. Kita masih dalam tahap penyelidikan. Dan hasil olah TKP sementara bahwa memang murni kecelakaan,” ujarnya.

Namun Kabid Humas menambahkan bahwa dugaan sementara penyebab ledaknya Fast Boat Gili Cat II ini diduga karena adanya akumulasi gas dari tank BBM yang mampat di bawah dek yang karena panas dan akhirnya meledak. “Jadi ledakan benar-benar murni karena kecelakaan,” ujarnya.

Hingga saat ini, baik Polres Gianyar dan Polda Bali belum menetapkan siapa tersangka dibalik peristiwa nas tersebut. Namun hingga saat ini sudah ada beberapa orang yang sudah diperiksa sebagai saksi yakni, 3 orang crew kapal, 1 orang ABK, dan 3 orang penumpang.

“Sementara pemeriksaan baru mengarah saksi-saksi sambil menunggu hasil Labfor untuk menentukan langkah penyidikan lebih lanjut.”

Seperti diberitakan, Kamis (15/9/2016) sekitar pukul 09.25 wita lepas dari dermaga rakyat Fast Boat Gili Cat II tujuan Gili Trawangan dengan jumlah penumpang 35 orang. Kemudian sekitar pukul 09.35 wita tiba-tiba ada asap keluar dari mesin di perairan Padangbai di Tanjung Sari, kira-kira 200 meter dari pelabuhan. Akibat kejadian tersebut penumpang jumah 35 orang langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Akibat kejadian ini terdapat 2 orang meninggal dunia yaitu Venessa Pascual Fernandes (Perempuan, warga Italia) dan Katrin Zefferer (Perempuan, warga Inggris).

Korban luka-luka 20 orang yaitu 1 orang dirawat di RSUD Klungkung, 14 orang dirawat di Klinik Penta Medika dan 5 orang dirawat di Puskesmas Manggis I. Yang mengalami luka luka berat ada yang putus kedua kakinya dan ada yang pata leher hingga tangan. (SB-Rio)

Comments

comments