Polda Bali Kembangkan Kasus Pengancaman Gubernur

47

SULUHBALI.CO, Denpasar —  Kepolisian Daerah Bali saat ini masih mengembangkan kasus dugaan pengcancaman melalui tulisan dalam spanduk yang ditujukan kepada Gubernur Made Mangku Pastika.

“Itu sedang kami kembangkan,” ucap Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu, di Denpasar, Jumat (7/3).

Menurut dia, pemerintah termasuk polisi tidak melarang masyarakat untuk membela kepentingan lingkungan hidup ataupun menyampaikan pendapat di depan umum.

Namun apabila aktivitas tersebut disertai dengan perbuatan yang membahayakan keselamatan orang, maka polisi bisa mengambil langkah hukum.

“Itu ancaman berupa tulisan. Ada pasal 336 ayat 2 KUHP terkait pengancaman,” ucap mantan Kepala Polda Bengkulu itu.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Polda Bali sebelumnya telah menetapkan empat orang tersangka dan menahan mereka di Markas Polda Bali buntut spanduk yang berisi tulisan ‘Penggal Kepala Mangku P’ yang dipasang di ujung barat kantor gubernur setempat pada Rabu (26/2).

Keempat tersangka itu di antaranya berinisial IWT, IMAJ (25), IKM (25), dan IWS (22) dari Desa Sidakarya, Denpasar yang diduga terlibat dalam pemasangan spanduk yang dinilai provokatif itu.

Pascapenahanan keempat tersangka tersebut mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan Mapolda Bali baik kelompok massa yang mendukung polisi maupun massa yang menuntut keempat tersangka untuk dibebaskan.

Tiga lembaga swadaya masyarakat dari Kabupaten Gianyar yang berunjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah Bali di antaranya Gerakan Solidaritas Sosial Bali, Forum Relawan Bali Mandara, dan Gerakan Aman Sejahtera, yang ketiganya bermarkas di Kabupaten Gianyar.

Mereka menuntut polisi agar mengusut tuntas aktor intelektual di balik spanduk yang dianggap sebagai tindakan pengancaman kepada orang nomor satu di Bali itu.

“Kami mendukung polisi secara moral untuk bisa mengungkap aktor intelektual di balik semua itu,” kata koordinator aksi unjuk rasa, Wayan Sudira.

Sementara itu seratusan warga dari Desa Sidakarya pada Kamis (6/3) juga menggelar aksi serupa yang kontra terhadap penahanan para tersangka.

“Kami meminta bebaskan empat warga kami,” kata Kelian Banjar (Kepala Dusun) Desa Sidakarya, Wayan Narta. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.