PN Denpasar Didatangi Karyawan Hotel Bali Sani

85

SULUHBALI.CO, Denpasar—Tampak terlihat ratusan karyawan Hotel Bali Sani Kerobokan, Kabupaten Badung, Selasa(24/9), mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Denpasar guna menuntut agar pelelangan terhadap hotel tersebut ditunda, karena kekhawatiran mereka terhadap manajemen yang baru akan melakukan pemutusan hubungan kerja yang akan mengakibatkan mereka kehilangan pekerjaan.

Ketut Wirta selaku Koordinator dari Aksi Simpati Karyawan Hotel Bali Sani ini, mengharapkan agar Pengadilan Negeri Denpasar dapat menunda pelelangan hotel bintang empat tersebut.

“Kami mendukung surat Pengadilan Tinggi Denpasar yang disampaikan kepada Pengadilan Negeri Denpasar Nomor W.24-U/1254/HK.06.10/IX/2013 untuk menunda pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Agung RI Nomor 277 PK/Pdt/2012 tertanggal 28 November 2012,” tegas Wirta.

Para karyawan hotel sangat khawatir jika hotel tersebut diganti dengan pemilik baru, dan mengambil kebijakan yang akan memberhentikan semua karyawan atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami khawatir jika pemilik hotel yang memenangi lelang tersebut akan melakukan PHK terhadap sekitar 200 orang karyawan yang telah bekerja lebih dari lima tahun, Apalagi para karyawan yang selama ini bekerja dari segi usia sudah rata-rata di atas 40 tahun, sehingga apabila di PHK akan sangat kesulitan mencari pekerjaan yang baru, disamping usia, perusaahan seperti hotel pastinya akan mencari tenaga kerja yang fresh dari segi fisik maupun mental”, katanya.

“Kami bekerja di Hotel Bali Sani menjadi tumpuan kehidupan keluarga, maka dari itu kami sangat berharap hotel tersebut  tidak dilelang dari pihak pengusaha yang tidak mengetahui situasi dan kondisi hotel ini, Kami butuh kepastian terhadap nasib kami selaku tenaga kerja di Hotel Bali Sani. Karena selama ini kami sudah mengikuti segala aturan manajemen hotel, termasuk juga patuh terhadap Undang Undang Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Wirta juga mengatakan saat ini hunian hotel cukup ramai, karena itu jangan sampai dengan keresahan yang dilakukan karyawan akan mengganggu kinerja dalam memberi pelayanan terhadap wisatawan dan bahkan sampai merusak citra baik dari hotel tersebut.

Pada kesempatan tersebut mobil Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sugeng Riyono yang hendak keluar dari kantor sempat dihadang oleh aksi karyawan hotel Karena dianggap Ketua PN Denpasar tidak mau menerima kedatangan ratusan karyawan hotel tersebut dan terkesan menghindar dari permasalahan.

Para karyawan mengetahui Sugeng Riyono ada di dalam mobil itupun, dan kemudian buru-buru menghentikannya. Setelah melakukan pendekatan oleh sang koordinator, Ketua PN Denpasar akhirnya bersedia turun dari mobil untuk memberikan penjelasan terkait rencana pelelangan hotel tersebut.

“Hari ini tidak jadi ada pelelangan hotel, karena tidak ada pembeli juga. Kami tetap taat pada aturan hukum,” katanya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Ketua PN Denpasar, para aksi simpati yang berpakaian adat Bali secara berlahan-lahan meninggalkan kantor yang berada di Jalan Sudirman Denpasar secara tertib, damai dan dengan senyum yang lega. (SB-lika/ant)

Comments

comments

Comments are closed.