PLN Minta Bupati Buleleng Tak Hambat PLTU

182

Ilustrasi:  Logo PLN dan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.

 

SULUHBALI.CO, Denpasar — PT Perusahaan Listrik Negara meminta Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana tidak menghambat proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang agar dapat segera memenuhi kebutuhan energi listrik di Provinsi Bali.

“Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) sudah ada, mau apa lagi, keberadaan PLTU itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Direktur Operasi PT PLN Area Jawa-Bali-Sumatra Ngurah Adnyana di Denpasar Senin (9/9).

Dalam beberapa kali kesempatan, Bupati Buleleng meminta agar pembangkit listrik di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, itu diubah dari tenaga uap yang menggunakan batu bara menjadi tenaga gas.

“Tidak mungkinlah, proyek yang sudah berjalan itu terus diubah begitu saja. Kalau pemerintah daerahnya seperti itu, nanti tidak ada investor masuk,” kata Adnyana.

Ia menargetkan PLTU Celukan Bawang yang mampu memproduksi energi listrik mencapai 380 megawatt itu rampung pada bulan Juli 2014.

Saat ini beban puncak maksimum di Bali mencapai 650 megawatt. Dengan makin menjamurnya akomodasi pariwisata di Pulau Dewata, terutama pada saat pelaksanaan KTT APEC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, maka beban puncak maksimum diperkirakan mencapai 720-730 megawatt.

Kebutuhan energi listrik di Bali dicukupi dari sejumlah PLTD dan pembangkit listrik tenaga gas yang tersebar di Kabupaten Buleleng, Kota Denpasar, dan Kabupaten Jembrana.

Bali juga memembutuhkan pasokan dari pembangkit di Jawa sebanyak 200 megawatt melalui kabel bawah laut. Namun hingga saat ini pemasangannya masih terkendala cuaca. “Sudah pernah kami uji coba, tapi terputus karena ombak besar. Akhir tahun ini kami targetkan rampung,” kata Adnyana.

APEC dan Diesel

Sementara itu, dalam mendukung Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), PLN akan menambah kapasitas energi listrik terpasang dengan mendatangkan 38 unit mesin diesel berkapasitas 50 megawatt.

Sebanyak 38 unit genset itu ditempatkan di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Pesanggaran, Kota Denpasar, dan secara resmi mulai dioperasikan oleh PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali, Senin pagi.

“Mesin itu kami sewa dari PT Sumberdaya Sewatama selama enam bulan ke depan dengan nilai kontrak Rp363 miliar,” kata Direktur Operasi PT PLN Area Jawa-Bali-Sumatra Ngurah Adnyana ditemui sesuai dengan peresmian PLTD Pesanggaran.

Dengan adanya penambahan mesin diesel tersebut, dia berharap kualitas ketersediaan listrik selama berlangsungnya KTT APEC di Nusa Dua, Kabupaten Badung, makin baik atau di atas 90 persen.

Dalam kesempatan tersebut General Manager PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Bali I Gusti Ngurah Suryanegara mengatakan bahwa sebelum ada penambahan kapasitas, beban puncak maksimum di Pulau Dewata mencapai 650 megawatt.

“Pada saat KTT APEC, beban puncaknya kami perkirakan mencapai 720–730 megawatt sehingga memang perlu ada penambahan kapasitas terpasang, salah satunya dengan mendatangkan 38 unit genset,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tingginya beban puncak di Bali sangat tergantung pada kondisi cuaca dan tingkat hunian hotel.

“Pada saat beban puncak APEC nanti, kami perkirakan hotel-hotel di kawasan Nusa Dua penuh,” kata Suryanegara.

Energi listrik di Bali saat ini dipasok dari PTLD Pesanggaran berkapasitas 80 megawatt, PLTG Pesanggaran (132 megawatt), PLTG Gilimanuk (130 megawatt), PLTG Pemaron (90 megawatt), PLTD Pemaron (125 megawatt), dan kabel bawah laut Jawa-Bali (200 megawatt).

“Setidaknya pada saat APEC nanti kapasitas terpasangnya 770–780 megawatt,” ujarnya.

Sebanyak 38 unit genset tersebut ditempatkan di lahan milik Pemerintah Provinsi Bali, tepatnya di Dusun Adat Pesanggaran, Desa Adat Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan.

“Kami sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar. Mesin milik Sewatama itu tingkat kebisingannya sangat rendah, hanya 60 desibel. Itu pun masih kami pasang peredam suara di sekeliling lokasi,” kata Suryanegara.

Untuk menjalankan PLTD Pesanggaran, tahun lalu Indonesia Power membutuhkan 650 ribu kiloliter minyak diesel.

“Tahun ini kebutuhan kami tambah menjadi 750 ribu kiloliter karena ada KTT APEC,” katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Sumberdaya Sewatama Hasto Kristiyono mengemukakan bahwa perusahaannya untuk pertama kali mendapat kontrak dalam jangka panjang di Bali.

“Biasanya kami hanya mengerjakan kontrak-kontrak pendek saja di Bali. Akan tetapi, karena sekarang ada KTT APEC, kami mendapat kontrak agak panjang,” katanya.

Menurut dia, mesin yang dipasang di PLTD Pesanggaran itu adalah Caterpilar buatan AS.

“Namun, untuk kecepatan transportasi distribusi dan kebisangan yang rendah, murni hasil rekayasa kami,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.