Pilkada Serentak | Wakapolri BG Nilai Karangasem Paling Rawan Konflik

445
Budi Gunawan sedang meninjau pasukan polisi (foto Rio).

1. Hasil Intelijen

SULUH BALI, Denpasar — Mabes Polri menilai Kabupaten Karangasem, Bali, paling rawan terjadi konflik pada pemilihan kepala daerah serentak, 9 Desember 2015.

“Semua rawan tetapi ada satu di Karangasem yang mungkin itu kita perlu antisipasi,” kata Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan yang dikenal dikalangan pers dengan sebutan BG saat ditemui di Markas Polda Bali di Denpasar, Kamis (19/11/2015).

Menurut dia, hal tersebut berdasarkan hasil intelijen yang memantau kondisi perpolitikan di daerah yang dikenal sebagai “Bumi Lahar” itu.

Untuk itu mantan Kepala Polda Bali tersebut meminta kepada para kandidat tak hanya di Karangasem tetapi di daerah lainnya untuk ikut menjaga kodusivitas perpolitikan wilayah.

Dinamika perpolitikan di kabupaten yang dikenal “Bumi Lahar” itu cukup tinggi mengingat ada tiga pasangan calon yang bertarung memiliki kekuatan dukungan massa yang cukup besar.

Di Kabupaten Karangasem sendiri jumlah pemilih yang memiliki hak suara mencapai 379.983 orang yang akan menggunakan hak pilihnya di 930 tempat pemungutan suara.

Selain Karangasem, lima kabupaten/kota lainnya dijadwalkan menggelar Pilkada serentak yakni di Kabupaten Tabanan, Bangli, Bandung, Jembrana dan Kota Denpasar.

Jumlah pemilih terbanyak terdapat di Kabupaten Badung sebanyak 456.217 orang, Denpasar (411.428), Tabanan (355.435), Bangli (180.602) dan Jembrana (222.732).

Pengamanan Pilkada dilaksanakan oleh Polres atau satuan wilayah setempat sedangkan Polda Bali memberikan dukungan pengamanan dengan Operasi Mantap Praja yang dilakukan mulai 27 September hingga 5 Desember 2015 atau sekitar 101 hari.

Selain polisi instansi lain juga ikut terlibat di antaranya dukungan dari TNI dengan mengerahkan 856 personel.

2. Peran Penting Pecalang

Dalam kunjungannya, Jendral bintang tiga ini mengecek kesiapan personil dari satuan masing masing termasuk dari personil TNI. Selain itu, mantan ajudan Megawati ini juga mengecek kendaraan dan alat alat lain yang digunakan dalam pengamanan Pilkada serentak yang akan digelar pada Tanggal 9 Desember mendatang.

BG terlihat begitu senang ketika dalam pengecekan pasukan, ada juga perangkat desa seperti pecalang yang ikut terlibat untuk mengamankan pilkada serentak nantinya. Budi Gunawan meminta kepada para pecalang (keamanan desa adat) untuk membangun sinergi dengan para aparat kepolisian maupun anggota keamanan lainnya.

“Kami minta para pecalang semakin bisa membangun sinergi dengan kita. Banyak potensi perpecahan hanya karena intolenransi. Kita tidak ingin dipecah belah,” pinta BG.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Bali ini sangat penting, mengingat berkumpulnya semua orang, dan banyak objek-objek wisata yang perlu dijaga dengan ketat.

Sementara itu, salah seorang pecalang bernama Ketut Marta mengatakan kepada BG bahwa akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam menjaga keamanan Pulau Dewata. Karena keamanan pulau dewata ini juga menjadi tanggung jawab masyarakat dan bukan hanya kepolisian saja
“Dalam menjaga keamanan Bali kita akan selalu bersinergi dengan aparat kepolisian maupun TNI. Kami ingin Bali ini aman damai dan tertib,” ujar Ketut Kerta.  (SB-ant/Rio)

3. Comments

comments