Rai Mantra dan Sudikerta berfoto bersama Ketum Golkar Airlangga Hartono saat menerima rekomendasi partai Golkar (foto net).

SULUH BALI, Jakarta — Walau sempat menyatakan diri akan terus berjuang untuk mendapatkan posisi sebagai Calon Gubernur (Cagub) Bali, namun Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta telah memutuskan untuk menjadi Calon Wakil Gubernur Bali 2018-2023.

Ini terlihat dari keramaian di kantor DPP Golkar di Jakarta, dimana Sudikerta nampak mendampingi Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menerima rekomendasi dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto , Jumat (5/1/2017). Dalam acara tersebut, memang banyak calon kandidat yang akan berlaga di Pilkada Serentak 2018 ini, datang untuk menerima rekomendasi dari partai Golkar.

Belum bisa diperoleh informasi mengapa Sudikerta pada akhirnya bersedia menjadi Calon Wakil Gubernur?

Dengan demikian ada dua pasang calon pemimpin Bali. Pertama yang sudah muncul terlebih dahulu adalah Wayan Koster dan Tjok Ardhana Raka Sukawati drngan tagline Koster – Ace dan kini muncul Mantra – Kerta yang akan dideklarasikan di lapangan Timur Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi) pada Senin (8/1/2018) siang.

Cok Ace Terima Surat LHKPN

SULUH BALI, Denpasar — Wakil Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Bali Wayan Sudirta melakukan pendampingan terhadap Calon Wakil Gubernur Bali Cokorda Artha Ardana Sukawati ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mendapatkan surat tanda terima sementara Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“Saya bersama beberapa pengurus PDIP sudah melakukan pelaporan mengenai kekayaan yang dimiliki oleh bakal calon wakil gubernur Cokorda Artha Ardana Sukawati atau Cok Ace,” kata Sudirta kepada Antara Bali, Jumat (5/1/2018).

Ia mengatakan dengan keluarnya surat LKHPN, maka calon gubernur dan wakil gubernur dari PDIP Wayan Koster dan Cokorda Artha Ardana sudah bisa mendaftar ke KPUD Provinsi Bali pada Senin (8/1).

“Dengan keluarnya surat tersebut terhadap calon wakil gubernur Cok Ace, maka tidak ada masalah dengan LHKPN,” ucap Sudirta yang juga pengacara senior itu.

Ia mengatakan berkat kerja sama dengan staf KPK, maka surat tersebut untuk bakal calon wakil gubernur Cok Ace merupakan sebagai salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi setiap calon gubenur dan wakil gubernur untuk bisa mendaftar ke KPUD setempat.

“Saya juga didampingi oleh pengurus PDIP lainnya, antara lain Gung Tira, Amrita dan Deka untuk mengurus surat tanda terima sementara LKHPN,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Bali 2018, PDIP mengusung calon gubernur dan wakil gubernur I Wayan Koster dengan Cokorda Artha Ardana.   (SB-ant)

Comments

comments