Petugas Imigrasi Titip WNA Pengguna Paspor Palsu di Lapas Kerobokan

356
Shaun Edward Davidson saat tiba di Lapas Kerobokan didampingi petugas imigrasi (foto-ist)

SULUH BALI, Mangupura – Petugas Imigrasi khusus Kelas 1 Ngurah Rai menitipkan Shaun Edward Davidson, seorang pria berkewarganegaraan Australia yang terbukti telah melanggar izin tinggal dan menggunakan indentitas palsu untuk sementara waktu di Lapas Kerobokan sambil menunggu proses selanjutnya melalui persidangan, Rabu (06/04/2016)

Shaun yang diketahui tinggal di ‎Hotel Rabasta Kuta. Dalam daftar keimigrasian, memasuki wilayah Bali sejak 28 Januari 2015 lalu dan Shaun sudah harus memperpanjang Visa on Arrival (VoA) pada 26 Februari 2015.

Kepala bidang penindakan dan Pengawasan Keimigrasian Tri Hernanda Reza menjelaskan, dalam proses penangkapan dan pengamanan Shaun Petugas  cukup kesulitan karena belum memiliki bukti dan dasar penyalahgunaan ijin keimigrasian.Sehingga petugas imigrasi hanya melakukan penindakan sesuai laporan dugaan over stay (melebihi izin tinggal).

“Kita awalnya bingung bagaimana kita bisa menindaknya. Awalnya laporan dugaan over stay (melebihi ijin tinggal). Tapi saat ditanya dan dilakukan pemeriksaan belum ada temuan bukti. Kitas dan paspor semua lengkap. Selanjutnya kita awasi dan saat hendak disergap, ternyata kamar Shaun ada seorang ibu-ibu yang hendak berkemas barang. Setelah diperiksa ulang, ternyata ijin kitas dan nomor register tak terdaftar. Jadi kita cek ke intelijen polisi australia yang ada di indonesia ternyata dia (Shaun) adalah buronan kepolisian Australia,” jelasnya.

Dalam penyelidikan awal dan pencocokan data keimigrasian di Australia, Shaun dikabarkan lari dari proses persidangan kasus narkoba. Hanya saja, dalam pengumpulan informasi, para petugas keimigrasian Australia tak menjelaskan apakah Shaun merupakan gembong pengedar narkoba, pengedar biasa ataukah hanya sebagai pengguna narkoba.

“Tapi tugas kami adalah mendeteksi kebenaran dan keaslian dokumen keimigrasian Shaun ini. Pelaku memakai kitas palsu, over stay, dan pemakaian paspor orang. Jadi paspor Shaun tak diserahkan sampai sekarang (kemarin), malah yang diserahkan paspor orang lain,” tambahnya.

Shaun saat ini telah terbukti melakukan pelanggaran pasal 121 huruf B dan pasal 130 undang-undang no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian dan menggunakan identitas palsu.

Saat ini pihak Imigrasi menitipkan Shaun untuk sementara waktu di Lapas Kerobokan sambil menunggu proses selanjutnya di pengadilan.

“Shaun terbukti telah melanggar pasal 121 huruf B dan pasal 130 undang-undang no 6 tahun 2011. Saat kita proses penyidikan dan untuk sementara waktu kita titipkan di Lapas Kerobokan sambil menunggu proses selanjutnya dipengadilan,” bebernya. (SB-ijo)

Comments

comments