Petani Masih Jual Gabah Kualitas Rendah

39

Petani saat panen (foto – raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar— Gabah kering kualitas rendah dengan kadar air lebih dari 25 persen dijual petani Bali. Menunjukkan peningkatan dari 23,25 persen pada Agustus menjadi 28,18 persen pada September 2013.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Gede Suarsa mengatakan, “Petani menjual gabahnya langsung setelah panen, bahkan ada petani Bali yang menjual gabah di sawah sebelum ditebas, sehingga mengakibatkan harga yang dinikmatinya lebih rendah,” Jumat 4 Oktober 2013.

Ia mengatakan, petani kurang tertarik melakukan apresiasi dan inovasi dengan menjual gabah hasil panennya begitu saja selesai panen, tanpa mengeringkan dengan menjemurnya terlebih dulu.

Padahal dengan mengeringkan sehingga kadar arinya menjadi rendah atau kotoran kurang dari sepuluh persen harganya akan jauh lebih mahal.

Gede Suarsa juga menambahkan, harga gabah kualitas GKP di tingkat petani mengalami penurunan 1,13 persen pada September 2013 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara di tingkat penggilingan juga menurun sebesar 0,70 persen.

Meskipun sebagian kecil petani menjual gabah kualitas rendah, harga GKP di Bali pada bulan September 2013 rata-rata di atas harga patokan pemerintah (HPP) sebesar Rp3.300/kg.

Harga GKP di tingkat petani sebesar Rp3.821,96 per kilogram dan di tingkat petani dan penggilingan Rp3.898,88/kg.

Transaksi GKP harga tertinggi di tingkat petani terjadi di Kabupaten Karangasem sebesar Rp4.203/kg dengan varietas IR 64 dan terendah juga terjadi di Kabupaten Karangasem dengan harga Rp3.340,64/kg untuk varietas IR 64, ujar Gede Suarsa. (SB-Ant-en)

Comments

comments

Comments are closed.