Pesta Sains 2016 di Bali

65
foto-ist

SULUH BALI, Gianyar – Pembukaan  Pesta  Sains  2016  di  Bali berlangsung pada hari Minggu,( 27/11), pukul 18.00, di Gianyar. Pesta Sains atau Fête de la Science merupakan festival sains tahunan yang diadakan oleh Institut Français Indonesia (IFI). Pada edisi ke-3 tahun 2016 ini, Pesta Sains mengangkat tema Makanan dan Kita, terkait makanan dengan kesehatan dan lingkungan.

Pesta Sains membuka akses sains agar lebih dekat dan dapat mudah dipahami oleh masyarakat. Ditujukan untuk semua kalangan, khususnya bagi pelajar dan mahasiswa, acara ini akan diselenggarakan di seluruh jaringan Prancis di Indonesia : Institut Français Indonesia (Surabaya, Jogjakarta, Jakarta dan Bandung), Alliance Française (Bali dan Medan), Warung Prancis (WP) dan perguruan tinggi mitra serta lembaga/organisasi/komunitas mitra di masing-masing kota tersebut.

Festival yang terbuka untuk umum ini diselenggarakan tiap tahun oleh Institut Français dan Alliance française di Indonesia. Pesta Sains mendorong pertukaran ide terhadap persoalan sains internasional. Edisi ketiga Pesta Sains 2016 mengusung tema makanan. Dalam konteks internasional yang ditandai dengan kenaikan jumlah penduduk dunia, perubahan iklim, dan keinginan untuk mengatasi masalah kesehatan secara lebih baik, pangan menjadi isu ilmiah yang paling utama. Kegiatan Pesta Sains membahas isu mengenai pola makan, pertanian berkelanjutan, keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat.

Acara utama Pesta Sains 2016 adalah pameran interaktif  “Bon Appétit” yang dalam bahasa Indonesia berarti Selamat Makan oleh Cité Nature, sebuah pusat budaya sains dari Prancis. Berbagai eksperimen, permainan, aktivitas, akan mengajak publik untuk mengungkap misteri makanan : mulai dari pengenalan tentang bermacam-macam kelompok makanan, efeknya bagi tubuh manusia, hingga pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan. Pameran Selamat Makan menyajikan jawaban-jawaban sederhana terhadap berbagai persoalan terkait makanan. Pameran akan ditampilkan berkeliling seluruh di jaringan IFI dimulai dari Surabaya (2 – 17 September), Jogjakarta (23 September – 8 Oktober), Jakarta (14 – 29 Oktober) hingga Bandung (4 – 19 November) dan Alliance  française  (AF)  Bali  (27  November  –  10  Desember).

Jam buka pameran : Senin s.d. Jumat. Untuk kelompok pelajar (disediakan pemandu) : pukul 10.00 / 11.00 / 13.00 / 14.00.

Selain pameran interaktif Selamat Makan, di waktu yang sama akan dibuka juga pameran “Eat It !” berupa karya foto artistik bertema Cooking Faces oleh Enora Lalet. Enora Lalet adalah seniman yang mengkolaborasikan foto, kuliner, dan desain ke dalam karyanya.

Beberapa seniman memilih lukisan, cat air atau pastel, namun Enora Lalet, ia memilih makanan. Perupa kuliner ini telah berkarya di seluruh dunia sepanjang karirnya. Berkat ketertarikannya dengan Indonesia, Enora Lalet, melakukan residensi seni di kota Batu pada 2014 yang didukung oleh Institut Français. Ia kembali lagi tahun ini ke Indonesia untuk menampilkan karya kaya warna dan pop. Untuk acara ini, Ia mengubah makanan menjadi perhiasan yang tak ternilai. Kelembutan, kehalusan dan keselarasan berpadu dalam karya portrait kuliner yang unik. Gabungan dari berbagai bidang seni yang pasti menarik perhatian.

“Saya senang menggabungan makanan, keindahan dan body painting untuk membuat suatu karya. Yah walaupun saya sering menerima nasehat untuk tidak bermain dengan makanan tapi saya menemukan suatu keindahan didalam makanan tersebut,” jelas Enora Lalet.

Pada tanggal 4 Desember 2016 mulai pukul 19.00, akan ada pemutaran film box office yang juga memenangkan penghargaan sebagai Film Dokumenter Terbaik dalam César Award 2016 Prancis, berjudul “Demain” / “Tomorrow”.

Selain pameran dan pemutaran film,Pesta Sains di Bali juga akan berkunjung ke kampus-kampus dengan  mengadakan seminar mengenai makanan. (SB-cas)

Comments

comments