Pesemetonan Tegehkori Terusik Wedakarna

3332

Video Pelantikan sebagai Raja oleh Raja Majapahit Pusat. Dikutip dari youtube.com.

 

SULUHBALI.CO, Denpasar — Ketua Umum Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Drs, Nyoman Gede Suweta, SH, MH mengatakan merasa terusik dengan pemberitaan berbagai media massa di Bali, yang mengaitkan organisasi tersebut dengan pernyataan akademisi Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang belakangan diprotes keras oleh Forum Relawan Bali Mandara atau Forbara.

“Kami tegaskan pernyataan Arya Wedakarna bukan dalam kapasitasnya sebagai bagian dari organisasi Pasemetonan Agung Naraya Dalem Benculuk Tegeh Kori, melainkan sebagai seorang akademisi,” katanya di Denpasar, Selasa (10/9).

Ia mengatakan, pernyataan Arya Wedakarna di media terkait dampak dari pencabutan Surat Keputusan (SK) rencana reklamasi di Teluk Benoa oleh Gubernur Mangku Pastika, lebih merupakan sikapnya sebagai seorang akademisi. Terlebih Arya Wedakarna merupakan Rektor Universitas Mahendradatta Bali.

“Semua itu jelas sepenuhnya merupakan pandangan dan pendapat pribadi Arya Wedakarna selaku akedemisi dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan Pasemetonan Tegeh Kori. Pernyataan tersebut bukan dalam kapasitas Wedakarna selaku Sekretaris Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori,” kata Suweta.

sueta
Ketua Pesemetonan Tegeh Kori, Nyoman Gede Suweta.

Suweta lebih lanjut mengatakan Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori pada prinsipnya merupakan organisasi kekeluargaan sosial religius yang berdimensi budaya. Organisasi ini fokus pada upaya bersama keluarga besar meningkatkan bakti dan “srada” (kepercayaan) kepada para leluhur, utamanya Ida Bhatara Kawitan Dalem Benculuk Tegeh Kori.

Dengan demikian dalam kiprah pengabdiannya, kata dia, organisasi ini lebih banyak berbicara tentang kemanusiaan dalam konteks Agama Hindu dan khususnya menyangkut upacara ritual “Dewa Yadnya, Pitra Yadnya, Rsi Yadnya dan Manusa Yadnya”.

“Karena itu sikap anggota Pasemetonan Tegeh Kori secara pribadi di luar konteks tersebut, sama sekali tidak ada hubungannya dengan organisasi pasemetonan,” ujar Suweta.

Atas dasar itu, terkait dengan pernyataan Arya Wedakarna yang belakangan mendapat protes keras dari Forum Relawan Bali Mandara (Forbara), Suweta menegaskan, itu sama sekali tidak terkait Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori.

“Karena itu kami mengharapkan segenap keturunan Ida Bhatara Dalem Benculuk Tegeh Kori di mana pun berada, dapat dengan cerdas menempatkan setiap permasalahan secara proporsional,” katanya.

 

Video Pelantikan Raja

Di tempat terpisah, Ketua Forum Relawan Bali Mandara (Forbara) Putu Arsana menemukan video pelantikan Wedakarna sebagai Raja Majapahit Bali di situs www.youtube.com, “Lalu Raja Majapahit pusat itu siapa?”
Kata Arsana, saat ini setiap orang boleh menyebut dirinya raja, tapi bila sudah dimunculkan di media massa, pembaca harus dilindungi dari informasi yang menyesatkan, “Jangan sampai kita salah kaprah.”

Link: http://www.youtube.com/watch?v=hvFmSpLrXGY
Dalam video berdurasi sekitar 2,5 menit tersebut, terlihat seorang memegang keris lalu meletakan di kepala Wedakarna, menyatakan dirinya sebagai Raja Majapahit Pusat, melantik Wedakarna sebagai Raja Majapahit Bali dengan gelar Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I.

Menurut informasi terpisah, yang mengaku Raja Majapahit Pusat adalah Yang Suryo, seorang Tionghoa asal Trowulan.  (SB-ant-tim SB)

Comments

comments

Comments are closed.