Pesan PKB ke-39 : Memuliakan Sumber Kehidupan, Hidup dalam Kebhinekaan

17

SULUH BALI, Denpasar – Pergelaran Pesta Kesenian Bali telah memasuki tahun ke-39 sejak mulai diadakan tahun 1979. Setiap tahun pelaksanaannya selalu membawa pesan baik bagi masyarakat Bali maupun Indonesia secara umum.

Tahun ini, PKB ke-39 mengambil tema Ulun Danu. Tema ini diartikan sebagai pemuliaan air sebagai sumber kehidupan. Sementara Ulun Danu sendiri merujuk pada hulunya danu (danau) yang bagi masyarakat Bali sangat disucikan sebagai pusatnya air dan berstananya Dewi Danu.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika pada pembukaan pawai PKB mengatakan semangat Ulun Danu menjadi bagian penting dalam pemuliaan air. Unsur air disebutkan sebagai kehidupan dan menjaga keberlangsungan peradaban.

“Melestarikan air sumber sebagai kehidupan, aktivitas yg dilandasi kearifan lokal dalam memanfaatkan, melestarikan memuliaakan kehidupan dan peradaban,” katanya, Sabtu (10/6/2017).

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahyo Kumolo menjadikan momen PKB dalam temanya Ulun Danu sebagai konsistensi Bali dalam menjaga budaya. Ini diharapkan menjadi spirit untuk memacu dan mendorong daerah dalam dalam pelestarian dan pengembangan budaya.

“Harus mampu menjadi inspirasi tdk hanya bagi masyarakat Bali tetapi untuk daerah daerah lain untuk membangun destinasi pariwisata sekaligus menjaga budayanya masing-masing,” ungkapnya.

Pergelaran PKB seperti yang disampaikan Mendagri adalah wujud dari keberagaman. Segala perbedaan disatukan dalam bentuk kesenian yang harus dipahami oleh masing-masing sebagai kekayaan budaya.

“Indonesia dibangun berdasarkan warna warni kebhinekaan yg harus dihormati masing-masing,” kata Kumolo. (SB-Skb)

Comments

comments