Salah satu perwakilan partai saat menandatangi kesepakatan Pemilu Damai. (foto-tiar)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali mengadakan acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Pemilu Damai, Jujur, Dan Adil yang digelar di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar. Senin (17/2).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta yang pada saat itu mewakili Gubernur Bali, dan juga para anggota Dewan serta para calon anggota Legislatif yang saat itu ikut menandatangani kesepakatan tersebut.

Dalam sambutannya Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang dibacakan oleh Wagub Sudikerta menyampaikan sangat menyambut gembira pelaksanaan penandatanganan kesepakatan bersama tersebut.

“Ini sebagai salah satu komitmen kita, semua pemangku kepentingan dalam pemilu, untuk menciptakan pemilu yang tertib, lancar, damai, bermartabat, dan berbudaya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” ujarnya.

“Tentu kesepakatan ini tak berhenti sampai disini saja, tekad dan tanggung jawab semua pihak dalam mengimplementasikan kesepakatan ini jauh lebih penting untuk mensukseskan pesta demokrasi mendatang, khususnya di daerah Bali,” Pastika menambahkan.

Pastika mengatakan pelaksanaan pemilu menyimpan potensi konflik yang sangat tinggi. Pemilu yang melibatkan banyak pihak dan seluruh unsur masyarakat, berpeluang dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memperkeruh situasi dan kondisi social-kemasyarakatan.

“Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk menjaga citra Bali sebagai daerah yang aman, bukanlah tugas yang mudah, tetapi menuntut komitmen, kerja keras, kewaspadaan dan kebersamaan kita semua,” katanya.

Sesungguhnya kesuksesan dan kelancaran pemilu menjadi tanggung jawab kita semua, “Kita harus mampu menyelenggarakan pemilu yang berkualitas. Artinya, pemilu ini mampu mewadahi keragaman aspirasi dan melahirkan anggota legislative yang berkualitas pada semua jenjang lembaga legislative, sebagai konsekuensi dari kemejemukan pilihan politik masyarakat dalam membangun demokrasi di Tanah Air,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dukungan penuh kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Provinsi Bali untuk bersungguh-sungguh dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Kesuksesan Pemilukada tidak terlepas dari peran penting yang dimainkan oleh KPU dan Bawaslu.

“Walaupun berbeda tugas pokok dan fungsi, saya harapkan keduanya bersinergi terutama dalam membangun partisipasi dan pengawasan masyarakat,” jelasnya.

Pastika menjelaskan konsisten terhadap aturan yang berlaku adalah salah satu syarat penting suksesnya penyelenggaraan, sebaliknya inkonsistensi akan melahirkan ketidakpercayaan  masyarakat yang akan menyebabkan instabilitas social dalam penyelenggaraan, yang pada hakikatnya mencederai demokrasi, “Tentu kita semua tidak menginginkan hal tersebut terjadi di Bali,” tambahnya.

Ia menghimbau kepada seluruh pimpinan partai politik, organisasi kemasyarakatan, pemuka agama, pemuka masyarakat, generasi muda, unsur TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga iklim kondusif selama tahapan pemilu berjalan.

“Mari kita sukseskan pemilu 2014 ini, sesuai tugas, fungsi, dan swadharma masing-masing, mari kita berikan pendidikan politik yang cerdas dan berbudaya kepada masyarakat kita demi terbangunnya demokrasi yang substansial, dan mari kita buktikan bahwa masyarakat Bali adalah masyarakat yang berbudaya dalam segala bidang kehidupan termasuk politik,” pungkasnya. (SB-Lik)

 

ISI KESEPAKATAN PEMILU DAMAI

KESEPAKATAN BERSAMA PEMILU DAMAI, JUJUR DAN ADIL TAHUN 2014

DENGAN MEMANJATKANPUJA DAN PUJI SYUKUR KEHADAPAN IDA SANG HYANG WIDHI WASA/ TUHAN YANG MAHA ESA, KAMI BERSEPAKAT DENGAN KESUNGGUHAN HATI DAN PENUH TANGGUNG JAWAB UNTUK BERSAMA – SAMA ME;LAKSANAKAN PEMILU ANGGOTA DPR , DPD, DAN DPRD SERTA PEMILU UNTUK BERSAMA – SAMA MELAKSANAKAN PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014

DENGAN TETAP :

1. MENJUNJUNG TINGGI NILAI – NILAI DEMOKRASI, HUKUM, DAN BUDAYA, SERTA BERPRILAKU SANTUN DAN MENTAATI KETENTUAN PERATURAN PERUNDANG -UNDANGAN YANG BERLAKU

2. MENJAGA PERSATUAN, KESATUAN, KETERTIBAN, KEAMANAN DAN KEDAMAIAN  MASYARAKAT BALI BERDASARKAN PRINSIP “MENYAMA BRAYA, SAGALAK, SAGILIK, SAGULUK , PARAS – PAROS SARPANAYA, SALUNGLUNG SABAYANTAKA NGARDI BALI LAN JAGADHITA

3. MENJUNJUNG TINGGI ASAS LUBER DAN JURDIL DALAM PENYELENGGARAAN PE,MILU ANGGOTA DPR, DPD, DAN DPRD SERTA PEMILU PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014

4. MENDUKUNG PENYELENGGARAAN PEMILU BERINTEGRITAS TANPA POLITIK UANG DAN KAMPANYE HITAM , SEHINGGA HASILNYA DIPERCAYA MASYARAKAT.

DENPASAR , 17 FEBRUARI 2014

video-gustiar

Comments

comments