Pertimbangkan Ikon Pariwisata, Jembatan Kuning akan Dibangun Kembali

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat bertemu dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika merespon positif rencana pembangunan kembali Jembatan Kuning pasca runtuhnya jembatan yang menghubungkan Pulau Nusa Ceningan dan Lembongan tersebut pada 16 Oktober lalu. Pembangunan Jembatan sepanjang 140 meter dan lebar 1,6 meter ini rencananya  akan dibiayai pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah VIII.

Mempertimbangkan keberadaanya selama ini sebagai ikon pariwisata di kecamatan Nusa Penida, pembangunan jembatan ini akan dilakukan di lokasi yang sama. Demikian dilaporkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta kepada Gubernur Bali Made Mangku Pastika di ruang kerjanya, Senin (24/10). Suwirta secara rinci menjelaskan  pihaknya telah melakukan tindakan penanganan darurat bencana baik korban luka luka maupun yang meninggal.

Dan mengingat jembatan yang roboh tersebut merupakan satu satunya akses masyarakat menuju ke Lembongan dan Ceningan, Pemkab Klungkung telah menyediakan 12 perahu sampan yang dapat digunakan sebagai sarana transportasi baik oleh warga setempat maupun oleh para wisatawan. “Jembatan Kuning ini merupakan satu satunya sarana transportasi yang menghubungkan kedua pulau, pasca robohnya jembatan tesebut sarana transportasi untuk sementara dioperasikan 12 perahu sampan. Bagi para siswa , penyebrangan  kami berikan gratis, dan untuk wisatawan kami telah tetapkan harga sesuai kesepakatan, “ imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Pastika menyampaikan apresiasinya atas berbagai langkah yang telah diambil Pemerintah Kabupaten Klungkung, ia juga meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Provinsi Bali juga untuk menyalurkan bantuan kedaruratan baik kepada korban meninggal maupun luka luka. Terkait konstruksi jembatan, Pastika meminta agar jembatan yang akan dibangun harus dipastikan tidak bisa dilewati kendaraan. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari aparat terhadap masyarakat pengguna sehingga bencana serupa tidak terulang lagi.

“Pembangunan jembatan sebagai ikon Nusa Lembongan boleh saja dilakukan dan  pastikan bahwa kendaraan bermotor apalagi mobil tidak bisa lewat melintasi jembatan tersebut, kalau ada masalah dalam  pembiayaan pembangunan  dari pemerintah pusat, saya minta  segera  koordinasikan dengan Provinsi sehingga ikon Nusa Lembongan tidak hilang, namun disisi lain Pemprov akan tetap membangun jembatan yang lebih kokoh dan aman dan bersifat permanen  sesuai perencanaan  di tahun 2017, mengingat jembatan tersebut sangat menunjang mobilitas masyarakat setempat yang cukup tinggi “ imbuhnya.

Selain melaporkan tentang perkembangan kondisi jembatan kuning, Suwirta juga melaporkan tentang perkembangan dari Nusa Penida yang cukup pesat. Saat ini Nusa Penida menyandang sejumlah predikat nasional yaitu sebagai kawasan kementrian kelautan dan perikanan, Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN),  wilayah sumber bibit sapi Bali, kawasan pulau kecil serta kawasan pulau terluar.

Predikat yang disandang  Nusa Penida tersebut melibatkan lebih dari 5 Kementrian terkait diantaranya Menteri  Kelautan dan Perikanan, Mentri Pariwisata, Mentri Pertahanan serta  Mentri Perhubungan . Namun para kementrian tersebut masih berjalan sendiri sendiri sehingga programnya terkesan tidak optimal.

Untuk itu, Ia mohon Pemprov bisa membantu mengkoordinasikan dengan kementrian tersebut sehingga mereka dapat membantu pengembangan Nusa Penida bersama sama. ”Saya yakin kalau semua kementrian terkait bekerjasama membangun Nusa penida, maka Nusa Penida akan berkembang dengan lebih pesat lagi , “ pungkasnya. Pastika berjanji ia menidaklanjuti dengan mengundang semua kementrian terkait tersebut dan mengajak kementrian untuk terjun langsung melihat potensi dari  Nusa Penida.

“Kita undang semua mentri terkait, siapkan profil dan pengembangan kawasan Nusa Penida, saya optimis dengan sinergitas yang terbentuk nantinya antar beberapa kementrian, Nusa Penida sebagai telor emasnya Bali akan semakin maju, “ tegas Pastika. Diakhir pertemuan Suwirta juga melaporkan perkembangan dari Rumah Sakit Pratama di Nusa Penida yang rencananya akan mulai beroperasi di tahun 2017.

Dalam audensi tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Bali Putu Astawa, Kepala Penanggulangan Bencana Daerah Dewa Made Indra serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bali Nyoman Astawa Riadi tersebut. (SB-humprov)

Comments

comments