Perlu Bali Trade Centre untuk Tingkatkan Ekspor

56

SULUHBALI.CO, Denpasar — Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata internasional berwawasan seni budaya sudah selayaknya memerlukan pusat perdaganagn, seperti Bali Trade Center untuk meningkatkan ekspor, kata Ketut Wijaya, salah seorang pengusaha.

“Untuk itu Pemerintah hendaknya membangun pusat perdagangan, sejenis Bali Trade Center (BTC), untuk menjembatani pemasaran produk dari industri kreatif Bali, baik di dalam maupun luar negeri, dengan lancar,” kata Ketut Wijaya di Denpasar, Jumat (16/8).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali sejak lama berangan-angan untuk mendirikan sejenis BTC guna membantu para pengusaha dalam mendapatkan informasi pasar, namun kenyataannya tak pernah terwujud.

Pusat informasi pasar bagi pengusaha kecil di Bali sangat penting, kata dia, sambil menyebutkan bahwa, tantangan semakin berat bagi daerah ini dalam menghadapi kondisi perdagangan global.

Apalagi telah disepakatinya pembentukan wilayah perdagangan bebas yang sudah didenggung-dengungkan oleh pemerintah, maka peningkatan mutu sumber daya manusia menjadi hal yang sangat mendesak.

Ketut Wijaya yang juga eksporter itu mengaku sudah merasakan sulitnya menembus pasar ekspor, dimana dalam era globalisasi batas-batas yang ada sudah tidak ada lagi, maka perlu peningkatan kualitas SDM.

Masuknya tenaga kerja asing yang ikut menggeluti sektor industri dan perdagangan, akan menggeser keberadaan tenaga kerja lokal seperti yang banyak terjadi di sektor garmen, pariwisata dan perhotelan.

Pengusaha garmen di Bali, kini sudah banyak mengeluh akibat kondisi global itu, dimana dulunya merupakan mitra bisnis, sekarang berusaha di daerah ini dan hasil produksinya diboyong ke pasaran ekspor.

Kondisi itu cukup dirasakan pegusaha pakaian di Bali, tutur Ni Made Wardani dalam kesempatan terpisah sambil menyebutkan, pengusaha pakaian jadi di Bali menghadapi persaingan di pasar ekspor juga di dalam negeri sendiri.

Ia menggambarkan pengusaha luar negeri yang dulunya sebagai pelanggan, kini ikut sebagai pengusaha di Bali dengan memberikan pekerjaan kepada perajin di daerah ini, dan pasar memang dikuasai oleh mereka sendiri.

Oleh sebab itu, ia juga meminta kepada pemerintah bisa mewijudkan pusat perdagangan di daerah tujuan wisata Bali, sebagai informasi pasar juga bisa dibangun lokasi wisata belanja bagi masyarakat internasional. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.