Peringati Hut, JBT Tanam 2000 Bibit Mangrove

101

Bibit mangrove yang ditanam di peringatan hut Jasamarga Bali tol. |foto-ijo|

 

SULUH BALI, Mangupura – Sebanyak 2000 batang mangrove ditanam Jasamarga Bali tol dengan mitranya Jalan tol lingkar luar Jakarta, dan masyarakat Bali, pemerintah daerah, dalam kegiatan sosial yang juga bertepatan dengan peringatan tiga tahun PT. Jasamarga Bali Tol, dekat pintu tol Nusa Dua.

Jalan Tol Bali Mandara (JTBM) yang sempat ditentang berbagai pihak, karena dalam pembangunannya membabat hutan mangrove. Kini nyatanya mampu menjadi jalan alternatif pengurai kemacetan yang kerap kali terjadi di wilayah akses menuju Kuta dan Kuta Selatan tepatnya Nusa Dua dan Jimbaran.

Seperti yang diungkapkan oleh Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Tito Karim ditemui saat acara penanaman mangrove di sebelah titik masuk pintu Tol Nusa Dua‎ terkait perayaan HUT ke-3 JBT Selasa (25/11/2014). Menurutnya jalan tol Bali Mandara kini sudah menjadi daerah tujuan kunjungan kedua wisatawan yang datang ke Bali. Sebab hampir semua turis yang datang, mereka ingin melewati JBTM.

Bahkan seiring berjalannya waktu, JBTM yang kini genap berusia 3 tahun ternyata dijadikan obyek tujuan wisata ke 2 yang diminati wisatawan.  Selain menawarkan pemandangan yang disuguhkan ketika melintas di JBTM begitu mempesona. Dimana setiap wisatawan disuguhi pemandangan hamparan hijaunya hutan mangrove dan eksotisme perairan di sepanjang bentangan JBTM.

“Ini kita sambut baik dan harus layani dengan baik.‎  Sampai saat ini pula sudah ada hampir 4 juta kendaraan yang melintas di Jalan tol, dan selama setahun ini hampir zero acident (nol kecelakaan,red) yang terjadi di jalan tol. Ini artinya masyarakat Bali sendiri sudah sadar akan pentingnya keselamatan dan mengikuti tertib lalulintas di jalan,”ungkap Tito.

Tito Karim, Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT) |foto-ijo|
Tito Karim, Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT) |foto-ijo|

Disinggung tentang penanaman pohon mangrove yang dilakukan JBT, hal ini sebagai upaya pemulihan lahan penebangan‎ hutan mangrove terdahulu. Tito menerangkan sampai saat ini pihaknya sudah menanam  kira-kira lebih dari 25 ribu pohon. Yang kesemuanya hidup, dan jika ada yang mati pihaknya juga sudah menyulam kembali.

“Perkembangan pohonnya termasuk sulit, hidup semua sih tapi kecil-kecil. Mudah-mudahan kerjasama dengan Gerkades (Gerakan kembali ke Desa) ini, mereka nanti bisa membantu merawat penanaman hari ini sampai tiga bulan kedepan. Setelah 3 bulan kedepan dinyatakan hidup, baru dilepas. Hal ini juga akan kami laksanakan serupa dan terus dalam upaya menanam, memelihara agar  penanaman ini tetap hidup,”imbuh Tito.

Demi menjamin mutu pelayanan yang diberikan kepada pengendara tersebut, Tito menjelaskan. Pihaknya telah siap menerapkan standar mutu dan prosedur baku bertaraf internasional‎, yang berorientasi kepada kepuasan pelanggan dalam pengoperasian dan pemeliharaan JTBM melalui ISO 9001 versi 2008. “Kita siap menerapkan sistem pelayanan 9001 versi 2008, dimana dalam pelayanannya para pelanggan akan memperoleh layanan yang maksimal. Selain itu dalam ISO tersebut kita juga diminta untuk peduli kepada pelanggan, terkait keluhan pelanggan selama melintas di jalan tol,”ujar Tito.

Lanjut Tito, dengan input pengguna tersebut, pihaknya akan membuat pelayanan kepada pelanggan dari mulai masuk jalan tol, bertransaksi di gerbang tol, saat berkendara sampai keluar jalan tol.‎ “Sebelum masuk ke jalan tol, kita sudah siapkan informasi dan rambu-rambu yang jelas dan lengkap. Kondisi jalan harus bagus, waktu transaksinya dilayani dengan cepat dan ramah. Serta pada saat berkendara dijalan tol kita juga mengamati dari CCTV yang dipasang. Selain itu petugas patroli kita juga siap 24 jam dimana kita juga bekerjasama dengan pihak kepolisian. Jika diperlukan derek dan ambulan, kami juga siapkan bagi pengendara untuk bisa dilayani secara gratis,”papar Tito sembari mengungkapkan agar aksi Vandalisme (corat-coret) jangan sampai terjadi di JTBM, sehingga partisipasi kesadaran masyarakat dalam menjaga JTBM diperlukan adanya. (SB-Ijo)

Comments

comments