Perempuan Jerman Sedang Bangun Villa di Penebel | Tewas di Sungai Yeh Ho

7188
Saat penemuan mayat Silke Braun di sungai Yeh Ho dan salah satu bangunan villa yang belum selesai (foto net dan rka)

SULUH BALI, Tabanan — Silke Braun,  warga negara asing (WNA) perempuan asal Jerman ditemukan sudah jadi mayat di sungai Yeh Ho, dekat banjar Bendul, Jegu,  Penebel, Tabanan, Kamis ( 26/1/2017), membuat gempar.

Dari penelusuran www.suluhbali.co di tempat tinggalnya, nampaknya dia ada rencana untuk tinggal serius di Bali.  Hal tersebut nampak dari persiapannya kini yang sedang membangun sebuah rumah tinggal mirip villa di sebuah ladang (tegalan) yang sejuk di Banjar Kuta Bali,  Desa Tajen. Penebel.

Bahkan kini ada 11 orang pekerja bangunan tengah bekerja untuk merampungkan rumah yang berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu itu.

“Saya baru 2 bulan kerja disini mas.  Saya hanya disuruh meneruskan beberapa pekerjaan yang belum selesai,” ungkap Miskan,  kepala rombongan pekerja bangunan,  ditemui di villa milik Silke Braun,  Jumat pagi (27/1).

Didampingi para pekerja tersebut,  ia pun menceritakan kalau Silke Braun kerap datang ke tempatnya bekerja itu untuk mengontrol pengerjaan villa tersebut.  “Bu Sike sangat baik orangnya.  Enak pokoknya mas.  Bahkan ngasi uang ongkos kerja juga nggak pernah telat,” tuturnya,  tentang perempuan bule itu yang ia panggil dengan nama panggilan Bu Sike.  Begitupun terhadap Pak Reg,  bule pria yang ia ketahui sebagai adiknya Bu Sike.  “Pak Reg juga baik.  Dialah yang pada hari Minggu pagi yang lalu bilang ke kita kalau Bu Sike tidak ada pulang, ” tutur laki-laki asal Jember ini.

Ia pun menuturkan kalau pengerjaan bangunan rumah wanita bule asal Jerman itu mulai dibangun sudah hampir 2 tahun.  Tapi selama proses pengerjaannya sudah sering berganti-ganti pekerja.  “Terakhir atapnya bocor. Banyak gentengnya pecah.  Ini nanti gentengnya akan diganti, ” katanya.

Menurut keterangan warga disana, selama proses pengerjaan rumah tinggal mirip villa itu,  Silke Braun atau Bu Sike bersama Pak Reg dan seorang anak angkatnya yang bernama Daniel, mengontrak sebuah rumah di pinggir jalan.  Jaraknya sekitar 500 an meter dari villa yang sedang dibangun.

“Ibu orangnya baik.  Malah sering ngobrol di depan sama warga.  Kadang saya lihat nyapu sampai di jalan ini, ” tutur seorang wanita yang tinggal dekat rumah yang dikontrak Silke Braun.

“Yang saya tahu mereka semua baik.  Bahkan sering saya lihat mereka juga ikut berpakaian adat saat ada kegiatan upacara, ” celetuk warga yang lain.  “Kasihan juga ya.  Dia meninggal seperti ini, ” tambahnya dengan raut sedih. (SB-rka)

Comments

comments