Perempuan asal Maumere Meninggal di Bandara Ngurah Rai

709
Jenazah Juliani Vergi Jemidin. |foto-ist|

SULUH BALI, Mangupura – Juliani Vergi Jemidin perempuan asal Maumere (19) tewas di areal parkir Terminal Domestik, Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Selasa (26/07) sekitar pukul 07.00 wita pagi.

Korban yang hendak mendaftar sekolah penerbangan di Jakarta ini diduga tewas karena memiliki riwayat sakit. Diceritakan bahwa saat itu, korban berjalan kaki menuju Terminal Domestik namun ditengah jalan, korban tiba-tiba muntah darah dan langsung pingsan di tempat.

“Korban ditolong oleh saksi dan saat itu juga langsung dibawa ke RS Kasih Ibu dengan ambulan,” ujar Kapolsek KP3 Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Kompol Made Khrisna Mahardika atas seijin Kapolresta Denpasar Kombes Pol Hadi Purnomo, di Kantor Polsek KP3 Bandar Udara Ngurah Rai, Tuban, Badung, Selasa (26/07).

Ditambahkan oleh Kanit Reskrim Ngurah Sucahyadi bahwa korban hanya tinggal sementara atau transit di tempat teman SMAnya yang kini kuliah di Universitas Warmadewa.

“Teman korban di BBM, bilang bahwa korban singgah transit di Bali, hari Sabtu datang, rencananya Selasa berangkat. Korban kemudian tinggal di jalan Akasia, temannya banyak di Warmadewa tinggal dia tinggal di kost temannya bernama Ayu Candra,” papar Kanit.

Dijelaskannya, korban saat itu makan dalam kondisi normal, namun pada hari Sabtu, (23/07) lalu korban mengaku dadanya sakit.

“Dia bilang dada saya seperti tertikam kemudian korban minta minyak urut. Lanjut korban biasa main HP. Besoknya korban juga jalan-jalan seperti biasa. Senin, bahkan sempat ke pantai Sanur,” ujarnya.

Korban yang masih kerabat Ketua DPRD Sumba Barat Daya ini, kini jenazahnya berada di RSAD. Kapolsek mengatakan, jika pihak Keluarga menolak untuk melakukan otopsi.

“Hasil pemeriksan korban tidak ada kekerasan hanya di luar ada bekas darah saja karena memang muntah darah, ibunya bilang ada riwayat maag keras,” kata Kapolsek.

Ditanya apakah korban diduga mengidap sakit Tubercolose. Kapolsek berujar, jika dirinya tidak berani menyebut demikian, lantaran itu merupakan kewenangan pihak kedokteran untuk menjawabnya.

“Kalau dilihat korban yang katanya muntah darah bisa dia mengidap penyakit seperti TBC, tapi kami belum berani mengatakan itu, penyebab apa harus diotopsi tapi keluarga tidak mengijinkan. Dan kita tidak bisa memaksa,” pungkasnya. (SB-rio)

Comments

comments