Peredaran Kembang Api Dibatasi

96

Polisi saat jaring penjualan kembang api

SULUHBALI.CO, Denpasar – Kepolisian Daerah Bali membatasi peredaran kembang api dengan melarang peredaran dan penggunaan bunga api yang berukuran di atas delapan inchi.

“Bunga api yang dilarang adalah dengan bermacam-macam ledakan yang berat misiu atau campuran bahan peledak yang berada di dalamnya lebih besar dari berat sepertiga bagian satuan bunga api berukuran di atas delapan inchi,” kata Direktur Intelijen Keamanan Polda Bali, Komisaris Besar I Nyoman Sumana Jaya, di Denpasar, Kamis.

Menurut dia, misiu yang dimaksud diantaranya mengandung campuran belerang, sendawa, dan arang kayu serta serbuk aluminium.

Polda Bali sendiri telah mengedarkan surat edaran terkait bunga api atau kembang api tersebut kepada personel kepolisian pada 17 Desember 2013.

Dalam edaran tersebut selain membatasi peredaran bunga api yang berukuran di atas delapan inchi, polisi juga melarang peredaran bunga api yang berisi bahan peledak, detonator, hingga bahan kertas yang pada waktu ledakan kembang api dapat terpelanting.

Polisi hanya mengizinkan penggunaan kembang api oleh masyarakat dengan ukuran tak kurang dari dua inchi sehingga tak perlu menggunakan izin pembelian dan penggunaan.

Sementara itu untuk pertunjukan kembang api, polisi mengizinkan dengan ukuran dua hingga delapan inchi yang harus mengantongi izin dari Mabes Polri kepada para agen kembang api yang memenuhi persyaratan dan telah ditunjuk sebelumnya importir.

“Untuk kembang api di atas dua inchi izin dikeluarkan dari Mabes Polri sedangkan Polda Bali hanya menerbitkan rekomendasi,” ucapnya.

Sedangkan petasan atau mercon, polisi dengan tegas melarang peredaran dan penggunaan petasan mengingat daya ledaknya yang bisa mengakibatkan kerusakan bahkan korban.

“Petasan merupakan bahan peledak sedangkan bunga (kembang) api merupakan benda bunga api tunggal atau tersusun yang dapat menyala warna-warni dengan disertai letusan atau tidak,” katanya. (SB-ant)

Comments

comments