Perbekel Tampar Dokter, Dituntut Dua Bulan

0
516
Lanang Umbara saat ditahan polisi (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar — Jaksa Penuntut Umum dari Kejari Denpasar, Bali, menuntut I Gusti -penjara karena terlibat kasus penganiayaan dokter di Instalasi Gawat Darurat RSUD Mangusada.

“Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu dengan memakai kekerasan dengan memaksa ancaman kekerasan terhadap orang,” kata Jaksa Penuntut Umum, Made Lovi Pusnawan dalam sidang di PN Denpasar, Selasa (10/4/2018).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Gde Ginarsa itu, Jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 335 Ayat 1 ke-1 KUHP dalam surat dakwaan alternatif kedua penuntut umum.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama dua bulan dikurangi selama berada ditahanan,” kata JPU dalam persidangan.

Dalam dakwaan sebelumnya, terungkap pada 25 Februari 2018, Pukul 04.30 Wita terdakwa yang menjabat sebagai Perbekel di Plaga, Badung datang ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Mangusada, Kabupaten Badung, Bali, dengan tujuan mengobati ibu kandungnya, Ni Wayan Asih yang mengalami sesak nafas, sakit jantung.

Saat itu, ibu terdakwa langsung ditangani dokter Grace Juniati (korban) untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat itu, terdakwa juga mengatakan kepada korban bahwa ibunya memiliki riwayat penyakit jantung dan korban juga memberikan obat jantung untuk pasien itu.

Korban kemudian menyarakan agar pasien dilakukan tindakan rongten sebelum dilakukan konsultasi kepada dokter ahli jantung. Kemudian, terdakwa mengatakan kepada korban bahwa dirinya sudah memesan kamar VIP untuk orang tuanya.

Kemudian, korban meminta kepada terdakwa agar menyerahkan formulir pemesanan kamar VIP itu dan menyarankan terdakwa mencari kamar dan obat sendiri.

Saat disarankan seperti itu oleh korban, terdakwa langsung emosi dengan mengatakan “apakah saya harus mencari kamar dan obat sendiri”, Setelah mengucapkan kata tersebut sebanyak tiga kali, korban lantas menjawab “keluarga pasienlah yang melakukan pemesanan kamar dan pencarian obat”.

Tidak terima dengan kata korban itu, terdakwa yang merupakan Ketua Forum Perbekel se-Badung marah-marah kepada korban dan mengunakan tangannya, terdakwa mengambil tumpukan kertas rekam medis di rumah sakit setempat dan memukul kepala korban dan kemudian menampar pipi kanan korban.

Karena mendapat perlakuan itu, korban merasa takut dan mengamankan dirinya sendiri dengan masuk ke ruang perawatan. (SB-ant)

Comments

comments