Lanang Umbara (baju merah) dan dokter Grace (jas putih) saat mediasi (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar — Kasipidum Kejaksaan Negeri Denpasar, Bali, Arief Wirawan membenarkan berkas perkara Gusti Lanang Umbara, seorang Ketua Forum Perbekel se-Kabupaten Badung yang melakukan pemukulan terhadap seorang dokter di Instalasi Gawat Darurat RSUD Mangusada sudah lengkap (P21).

“Ya, setelah diteliti berkas perkara tersangka ini sudah dapat ternyata lengkap P21 hari ini,” ujar Arif Wirawan di Denpasar, Rabu (14/3/2018).

Ia menuturkan, Kejari Denpasar menerima Surat Perintah Dilakukan Penyidikan (SPDP) pada Senin (5/3) lalu dan berkas perkara diterima pada Jumat (9/3) dari Polres Badung.

Dengan dinyatakan berkas ini lengkap maka Kejaksan tinggal tunggu pelimpahan tahap dua atau pelimpahan tersangka dan barang bukti dari kepolisian pekan depan.

“Kami telah menunjuk dua jaksa yang akan menyidangkan perkara ini untuk jaksa satu adalah Lovi dan jaksa dua Bella P Atmaja,” katanya.

Pihaknya menargetkan, berkas dakwaan tersangka sudah bisa dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar dua minggu kemudian. “Mudah-mudahan setelah dakwan rampung kami langsung limpahankan ke PN Denpasar,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, menurut keterangan Kapolres Badung AKBP Yudith Satrya Hananta mengatakan motif tersangka memukul korban karena emosi saat petugas (dokter) meminta untuk memesan kamar sendiri saat mengantar kerabatnya yang sedang sakit ke RSUD Mangusada pada 25 Februari 2018 malam.

Tersangka sempat memukul kepala korban dengan menggunakan tumpukan kertas rekam medis di rumah sakit setempat dan kemudian menampar pipi korban.

Kasus ini sempat viral di media sosial dan atas perintah Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Sang Made Mahendra Jaya, menugaskan Subdit III Unit II Jatanras Ditreskrimum Polda Bali dipimpin Kompol Adiguna untuk menangkap tersangka yang sedang menjaga keluarganya yang sakit di RSUD Mangusada Badung, pada 27 Februari 2018 malam. (SB-ant)

 

Comments

comments