Perayaan Hari Telur dan Ayam Nasional

184

Dinas Peternakan Provinsi Bali saat jumpa pers bersama narasumber lainnya.

SULUHBALI.CO, Denpasar – Dinas Peternakan Provinsi Bali mengadakan jumpa pers untuk membahas serta pengenalan tentang hari ayam dan telur, kamis (10/10). Hari ayam dan telur nasional (HATN) biasanya di peringati setiap tanggal 15 Oktober.

Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat perunggasan dapat mengingat kembali dan ikut berpartisipasi dalam upaya meningkatkan konsumsi ayam dan telur sebagai pangan sumber protein murah dan berkualitas. HATN tahun 2013 ini adalah HATN ke 3 dengan mengangkat tema “Ayam & Telur Meningkatkan Gizi dan Prestasi Anak Bangsa”.

Tingkat konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibanding negara lain. Saat ini konsumsi telur masyarakat Indonesia hanya 87 butir per tahun untuk setiap orang atau, 1,6 butir per minggu. Sementara konsumsi daging ayam juga hanya sekitar 7 kg per tahun untuk setiap orang. Sedangkan negara tetangga seperti Malaysia, dan Singapura mengkonsumsi lebih dari 25 kg per tahun untuk setiap orang.

Banyak pihak beranggapan bahwa rendahnya tingkat konsumsi tersebut akibat rendahnya daya beli masyarakat. Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena faktanya konsumsi rokok masyarakat Indonesia per harinya bisa mencapai 1 bungkus, padahal harga sebutir telur ayam kira¬kira sama dengan sebatang rokok.

Sebuah survei menunjukan bahwa mayoritas konsurnen rokok adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Atas dasar itulah maka kesadaran masyarakat akan pentingnya meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur sebagai sumber protein yang berkualitas dan murah perlu ditingkatkan, antara lain dengan diadakannya acara peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional ini.

Daging ayam dan telur merupakan sumber protein hewani yang bermutu tinggi yang perlu dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa agar cerdas, sehat, tumbuh secara normal dan produktif. Keunggulan daging ayam dan telur belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat karena masih terdapatnya stigma negatif di kalangan masyarakat, misalnya anggapan bahwa ada penggunaan hormon pada pertumbuhan ayam broiler, telur sumber kolesterol jahat, telur penyebab bisul dan sebagainya. Yang sebenarnya itu semua salah kaprah.

Ayam pedaging yang di masyarakat dikenal dengan broiler atau ayam potong dipelihara dari anak ayam umur sehari atau Day Old Chick (DOC) dengan lama pemeliharaan sekitar 30 hari untuk menghasilkan berat ayam sekitar 1,5 kg. Ayam ini dapat tumbuh cepat karena merupakan hasil seleksi genetik para ahli melalui riset bertahun-tahun. Didukung komposisi pakan berkualitas dan sistem pemeliharaan yang sangat ketat menyebabkan pertumbuhan ayam tersebut lebih cepat terlebih lagi selama masa pemeliharaan, ayam diberikan pakan komplit.

Acara Hari Ayam dan Telur Nasional (HATN) 2013 berlangsung di lapangan Renon Denpasar, Bali pada Sabtu 12 Oktober 2013. Acara tersebut akan dibuka oleh Ibu Gubernur Bali Ny. Ayu Pastika dan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh di bidang peternakan antara lain Ketua FMPI (Federasi Masyarakat Perunggasan Indonesia), sejumlah pimpinan organisasi bidang peternakan dan kesehatan hewan, pengurus PKK Provinsi Bali, Pimpinan Dinas Provinsi yang membidangi masalah peternakan, pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa.

Acara HATN di Bali diselenggarakan oleh Gabungan Peternak Unggas Bali (GPUB), bekerjasama dengan Pinsar Unggas (Asosiasi Peternak dan Pusat Informasi Pemasaran Hasil Unggas Nasional), Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) serta didukung oleh organisasi peternakan lainnya.

Berbagai acara akan digelar antara lain Senam Jantung Sehat, lawak tradisional Bondres, hiburan musik, aneka doorprize untuk pengunjung (kulkas, sepeda di!) dan bazar murah untuk telur dan daging ayam. Dalam kesempatan ini panitia akan menyerahkan 300 paket telur untuk masyarakat yang membutuhkan, yang akan diserahkan secara simbolis pada pembukaan acara.(SB-adit/lik)

Comments

comments

Comments are closed.