SULUHBALI.CO, Denpasar — Di pantai Segara Sanur, Denpasar ada ceruk yang dibuat untuk menjaga abrasi pantai. Tempat ini, pada pergantian Tahun Baru, beberapa tahun ini mulai mentradisi orang-orang datang dengan membawa kembang apinya masing masing, untuk dinyalakan bersama sama.

Karena tidak ada komando, semuanya meluncurkan kembang api secara spontan dan hampir bersamaan. Kembang api sengaja di arah ke laut atau ke atas. Karena tempatnya tidak begitu luas, Ledakan demi ledakan berdekatan, percikan percikan warna-warni membuat layaknya perang. Walau pada pergantian tahun ini, Selasa, 31 Desember 2013 sempat diguyur hujan, tapi mereda mendekati pukul 24.00.

api
Suasana perang kembang api di pantai Segara, Sanur menjelang tahun 2014.

 

Kota Denpasar

Sementara itu, langit di atas Kota Denpasar juga berhias kembang api warna-warni dari berbagai jenis dan ukuran yang diluncurkan dari beberapa tempat berbeda sebagai ekspresi kegembiraan masyarakat dalam menyongsong tahun 2014.

Ibu Kota Provinsi Bali itu sempat diguyur hujan. Setelah reda beberapa jam, Kota Denpasar kembali diguyur hujan deras pada pukul 21.00-22.00 Wita.

Pukul 23.00 Wita hujan mulai reda. Saat itulah kembang api mulai menghujam angkasa hingga hari berganti.

Meskipun kembang api dan petasan dilarang, masyarakat tetap menyalakannya.

Selain itu, beberapa tempat keramaian di permukiman penduduk juga terlihat sangat antusias menyambut tahun 2014 dengan menggelar berbagai acara, di antaranya makan bersama, karaoke, dan berbagai kegiatan hiburan lainnya.

Sementara itu, Selasa pagi di Kantor Kepolisian Resor Kota Denpasar memusnahkan 315 liter minuman keras dan 55 batang petasan menjelang perayaan malam tahun 2014.

“Barang bukti ini merupakan hasil dari operasi yang kami lakukan dua minggu lalu untuk mewujudkan keamanan yang optimal jelang malam tahun baru,” kata Wakil Kepala Polresta Denpasar, Ajun Komisaris Besar Gusti Kade Budi Harryarsana.

Pemusnahan puluhan batang petasan berukuran besar tersebut dilakukan dengan cara menenggelamkan ke dalam drum yang berisi air penuh.

Selain itu, Polda Bali sendiri telah mengeluarkan edaran terkait peradaran dan perdagangan kembang api dan petasan oleh Direktorat Intelijen Keamanan pada 17 Desember 2013. (SB-iwan/ant)

 

 

Comments

comments