Peracik Narkoba Di Denpasar Divonis Sembilan Tahun Penjara

97

SULUH BALI, Denpasar – Terdakwa peracik narkoba jenis sabu dan ekstasi, I Nyoman Sudarmawan (36) divonis sembilan tahun penjara, dan denda Rp1 miliar, subsider dua bulan kurungan dalam sidang pembacaan amar putusan di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (5/5/2015).

“Terdakwa tanpa hak dan melawan hukum melakukan pemufakatan jahat untuk melakukan tindakan pidana narkotika yaitu tanpa hak dan melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut atau mentransit bahan prekursor,” kata Ketua Majelis Hakim, Wayan Sukanila, di Denpasar.

Terdakwa juga dijerat dengan Pasal 132 Ayat 1 jo Pasal 129 huruf d Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dalam dakwaan alternatif ketiga.

Vonis majelis hakim terhadap terdakwa Nyoman Sudarmawan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut selama 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar, subsider tiga bulan kurungan dalam sidang sebelumnya.

Dalam berkas terpisah, majelis hakim juga menghukum teman terdakwa I Gusti Ngurah Surya Wibawa (35) selama tujuh tahun penjara, dan denda Rp1 miliar, subsider dua bulan kurungan.

Hukuman majelis hakim kepada Surya Wibawa itu juga lebih rendah dari tuntutan JPU yang menghendaki selama 10 tahun penjara, denda Rp1 miliar, subsider tiga bulan penjara dalam sidang sebelumnya.

Terdakwa I Gusti Ngurah Surya Wibawa dijerat dengan Pasal 132 Ayat 1 jo Pasal 129 huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkoba dalam dakwaan alternatif pertama.

Hal yang meringankan hukuman terdakwa karena bersikap sopan dalam persidangan, mengakui perbuatannya salah, dan belum pernah dihukum.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa terdakwa I Nyoman Sudarmawan bertemu Dion (dalam berkas terpisah) melalui jejaring sosial melakukan kerja sama membuat narkoba jenis sabu pada Juni 2014 dan bertemu di kosnya di Desa Pangastula, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali.

Kemudian, terdakwa Sudarmawan menceritakan kepada Wayan Artawan untuk melakukan kerja sama dalam pembuatan barang haram itu.

Dalam pertemuan singkat tersebut, terdakwa I Nyoman Sudarmawan mentransfer uang kepada Dion pada Agustus 2014 sebesar Rp42 juta untuk membeli bahan pembuat sabu di Jakarta.

Setelah bahan untuk pembuat sabu tiba di Bali, ketiga terdakwa membawa barang tersebut ke Villa Lumbung, Desa Kaliasem, Buleleng, Bali.

Kemudian, terdakwa Sudarmawan menemui Ngurah Surya Wibawa di kediamannya, Jalan Buana Kubu, Denpasar, untuk bekerja sama membuat barang haram jenis sabu dan ekstasi.

Terdakwa Ngurah Surya Wibawa juga memberikan modal sebesar Rp10 juta kepada Sudarmawan untuk membuat ekstasi dan sabu.

Kemudian, terdakwa Sudarmawan dan Dion meracik bahan pembuat ekstasi dan sabu tersebut di Jalan Tukat Batanghari, Denpasar dan menjualnya seharga Rp175 ribu per butir.

Berdasarkan informasi masyarakat, petugas Polresta Denpasar berhasil menangkap keempat terdakwa pada 16 September 2014 Pukul 11.30 Wita. (SB-Ant)

Comments

comments