Penyelundupan Narkoba Melalui Pos Digagalkan

118

Petugas saat menimbang berat narkoba oleh petugas Bea dan Cukai bersama tersangka. (Foto- IJo)

 

SULUH BALI, Mangupura – Aksi penyelundupan narkoba jenis jenis MDMA melalui paket kiriman pos, pada senin 10/11/2014 lalu. Kecurigaan tersebut berawal pada terhadap kiriman sebuah paket di Kantor Pos Renon dengan nomer kartu alamat RM 16 893 095 1DE yang melalui mesin x-ray.

Karena merasa curiga, petugas akhirnya membuka paket kiriman tersebut yang dikirim dari jerman yang ternyata berisikan sebuah map bertuliskan ELBA. Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam di dalam map tersebut petugas Bea dan Cukai menemukan kantong aluminium yang berisikan kristal berwarna putih.

Ketika dilakukan uji test dengan menggunakan narcotics test ternyata kristal putih tersebut merupakan narkotika Jenis MDMA dengan berat total 58 gram bruto beserta bungkusnya. “Paket pengiriman pos dari Jerman dengan nomor kartu alamat RM-168930951-DE tersebut berupa narkoba jenis ekstasi dengan berat total 58  rcbfgram beserta kemasannya ” kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Bali, NTB dan NTT, Rahmat Subagio dalam keterangan pers di Kuta, Bali, Jumat (14/11/2014).

Petugas terus melakukan pengembangan terhadap kiriman paket tersebut yang diketahui Pada dokumen kartu alamat diektahui penerima paket kiriman tersebut adalah seseorang yang berinisal KAS yang beralamat di Jalan Kendedes No.5 Perum Pondok Paparadja 2 Kuta.  Namun, setelah dilakukan pengembangan lebih lanjut dengan melakukan koordinasi bersama Polda Bali didapatkan yang mengambil paket tersebut adalah seseorang yang berinisial NSY.

Setelah dilakukan pengembangan, ternyata yang mengambil paket tersebut orang lain berisinial N.S.Y yang kini menjadi tersangka. “Yang mengambil paket tersebut wanita yang kini jadi tersangka. Kita masih mengembangkan kasus ini, untuk mengetahui siapa saja yang terlibat,” tegasnya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka melanggar pasal 113 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan diancam dengan hukuman maksimal hukuman pidana mati atau minimal pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 tahun atau denda paling sedikit Rp1 miliat atal paling banyak Rp10 miliar.

Rahmat mengatakan berdasar data ternyata delapan dari 19 kasus penyelundupan itu dilakukan lewat kantor pos dan sisanya lewat paket pos udara dan cara seperti ini menurutnya sudah menjadi trend dari cara pelaku untuk memasukkan barang haram ini ke wilayah kita. Bahkan dari kasus yang kita dapatkan semuanya memang untuk diedarkan bukan transit.

Pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan lebih ketat di semua lini, baik lewat udara, laut maupun lewat pos. “Kami akan meningkatkan antisipasi di semua lini untuk melakukan pencegahan agar upaya penyelundupan seperti ini bisa digagalkan,” kata Rahmat, saat gelar narkoba tentang penyelundupan dari Jerman. (SB-IJO)

Comments

comments

Comments are closed.