Penari yang mengalami kesurupan.

SULUH BALI, Denpasar – Pada saat kesurupan, adalah kesadarannya menurun. Kesadaran menurun, maka alam bawah sadarnya yang akan naik. Kalau alam bawah sadar yang naik maka yang terjadi adalah proses hypnosis. Hipnosis atau hipnotis bermain di alam bawah sadar. Sadar nggak dia ? Sadar penuh. Bisa dengar nggak? Bisa. Cuma tidak bisa mengendalikan dirinya.

Gelombang otak manusia itu ada 4. Yakni Beta, Alpa, Teta dan Delta. Beta saat kita sadar penuh. Alpa saat kita ngantuk. Teta adalah kondisi kita terhipnotis. Delta pada saat tidur nyenyak tanpa mimpi. Hipnotis bekerja diantara Alpa dan Delta. Lebih seringnya bekerja di
gelombang otak Delta. Demikian dipaparkan oleh I Gede Wayan Supanca Aryasa, SSi, MM, Cht,CI, ahli metafisika dan Hypnoteraphy dari Ananta Hypnosis Center, saat Seminar Fenomena Kerauhan Jaman Now, di Gedung Wanita Shanti Graha, Denpasar, Minggu (11/2/2018) yang lalu.

“Sama yang terjadi pada saat orang meditasi. Saat Jero Mangku meditasi misalnya, gelombang otak turun. Gelombang otak turun kesadaran turun. Kalau tidak bisa mengendalikan diri, ini sering kerauhan. Penyebabnya apa ? Karena naiknya alam bawah sadar. Pertanyaannya apakah ada yang merasuki ?  Mari kita analsa secara ilmiah,” katanya di depan peserta seminar yang sebagian besar pinandita (pemangku) dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korda Denpasar itu.

“Di Bali orang kerasukan atau kerauhan pasti biasanya Sesuhunan Dalem terutama Dalem Peed. Di Jawa tidak ada orang kerasukan Sesuhunan Dalem. Maka di Jawa kerasukan apa ? Nyi Roro Kidul. Di Lombok tidak ada kerasukan Sesuhunan Dalem, Nyi Roro Kidul tidak ada. Orang kerasukan apa ? Dewi Anjali. Di Sumatera orang kerasukan Siluman Harimau. Kenapa beda ? Di Bali sangat jarang sekali orang kesurupan Sesuhunan ring Puseh. Jarang. Ring Pura Desa jarang. Kenapa Dalem ? Itu kan aneh ? Kok Dalem ?” ungkapnya.

Mengenai hal tersebut dia kemudian menjelaskan, sejak kecil orang-orang sudah didogmatis oleh orang tua, Bhatara di Dalem itu serem, “aeng”. Hal itu sudah tertanam dari sejak kecil, bahkan mulai dari dalam kandungan, katanya otak kita sudah menyimpan memori itu. “Bayi usia 3 bulan dalam kandungan sudah menyimpan memori. Artinya apa ? Apa yang orang tua kita cegah, sudah disimpan oleh bayi. Ketika dia lahir dia simpan lagi, Sesuhunan Dalem, serem, serem, serem. Akhirnya tetap terus dipercaya seperti itu. Maka saat kerauhan yang muncul adalah Sesuhunan Dalem. Kenapa di Bali tidak ada kerauhan Nyi Roro Kidul ? Ilmiahnya begitu,” jelasnya.

“Ada believe kita, kepercayaan kita yang ditanam sejak kita kecil. Saat kerauhan, bawah sadar kita terbuka. Saat kebuka, memori kita yang serem, serem itu keluar. Naiknya bawah sadar mengangkat semua memori masa lalu kita,” dia menambahkan.

Untuk mengatasi orang yang sedang mengalami kerauhan, saat itu dia memberi saran sesuai pengalaman dan ilmu yang dia kuasai. Yakni tekan tangan orang tersebut pada posisi diantara ibu jari dengan jari telunjuknya. Anjurkan untuk tenang. Gerakkan tangan keatas, karena gerakan keatas sebagai tanda untuk menaikkan kesadarannya.

Kemudian lakukan kalimat perintah yang keras dan tegas. Pada kesempatan itu, dia juga ceritakan pengalamannya “menangani” kejadian kesurupan yang dialami anak-anak sekolah. Termasuk kesurupan massal yang dialami para siswa di beberapa sekolah. Menurutnya
kesurupan oleh anak-anak sekolah tersebut, lebih merupakan akibat dari tekanan psikis/mental mereka. Bisa karena tekanan dalam mata pelajaran, masalah pribadi/keluarga, termasuk karena masalah cinta. (SB-Rk Bersambung).

Comments

comments