Penutupan Denfest, Sekaligus Sambut Tahun Baru 2015

428

Fragmentari oleh Siswa-Siswi SMP Wisata Sanur (foto Raka)

SULUH BALI, Denpasar Festival VII ditutup dengan pawai berbagai atraksi kesenian di Catur Muka Denpasar, Rabu (31/12). Acara pawai dimulai pukul 17.00 wita tersebut menampilkan kreativitas masing-masing sekolah di kota Denpasar, hingga berakhir pada pukul 19.00 wita.

Acara penutupan Denpasar Festival yang telah berlangsung sejak tanggal 28 Desember 2014 tersebut, sekaligus juga untuk menyambut malam pergantian tahun 2014 ke tahun 2015.

Acara dibuka dengan penyerahan sebuah topeng manis oleh Walikota Denpasar kepada salah seorang seniman topeng Denpasar yang kemudian menarikan tari topeng dihadapan penonton dan undangan dengan latar patung Catur Muka.

Kostum dari Koran Bekas oleh Siswi SMP Kristen 1 Harapan Denpasar-1
Kostum dari Koran Bekas oleh Siswi SMP Kristen 1 Harapan Denpasar (foto raka)

Setelah itu sekolah Harapan Nusantara mendapat kehormatan mengawali acara pawai dengan menampilkan fragmentari Amukti Palapa. Menceritakan kebesaran kerajaan Majapahit dengan tokoh besar Mahapatih Gajah Mada yang mampu mempersatukan nusantara. Kemudian disusul anak-anak dari sekolah Saraswati dengan menyajikan kepiawaian dalang cilik serta drum band kebanggaan sekolah tersebut dihadapan penonton, pejabat kota Denpasar dan Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Kemudian tampil SMP Wisata Sanur menampilkan fragmentari dengan tema kebersihan lingkungan dan kelestarian alam. Kreativitas yang membawa pesan pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan juga menjadi tema penampilan siswa-siswi SMP Kristen 1 Harapan Denpasar.

Bahkan ditampilkan juga peragaan busana lengkap dengan asesoris seperti tas jinjing yang terbuat dari bahan-bahan kertas koran. Terakhir tampil atraksi siswa-siswi dari sekolah Santo Joseph Denpasar dengan dengan marching band mereka, yang mempu membuat decak kagum penonton yang memadati perempatan Catur Muka.

Acara pawai penutupan Denpasar Festival VII yang kali ini mengambil tema Dharma Cipta Mahabudaya ini dipandu oleh MC Dadong Rerod dan Kadek Cilik juga dihadiri oleh tokoh-tokoh adat dan pemuka agama (FKUB) Denpasar. Merupakan ajang untuk menampilkan kreativitas anak-anak sekolah yang ada di Denpasar, sekaligus menyambut malam pergantian tahun dan menyambut tahun baru 2015.

Meskipun saat acara pawai berakhir, kawasan Catur Muka dan lapangan Puputan mulai diguyur hujan. Meski demikian, panggung hiburan dan stand-stand pameran diseputaran jalan Gajah Mada, Veteran, Surapati dan depan Museum Bali masih jadi daya tarik pengunjung sekaligus untuk merayakan malam pergantian tahun 2014 ke tahun 2015. (SB-Raka).

Comments

comments

Comments are closed.