Pentingnya Perda Rokok

47

Ilustrasi-boncel

SULUHBALI.CO, Gianyar – Seusia anak-anak kini mulai merokok dan kondisi itu sangat mencemaskan sehingga peraturan daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat penting dikeluarkan oleh DPRD setempat.

“Sangat menggenaskan anak berumur sepuluh tahun sudah bisa merokok,” kata Titik Suharyati, sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Bali saat bertemu dengan sejumlah komponen masyarakat di Warung Dharma Giri, Jalan Raya Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali, Jumat.

Ia mengatakan, rokok sangat riskan akan mengkonsumi narkoba bagi kalangan anak-anak muda. Bukan perokok pasif juga rentan terkena asap rokok dari perokok aktif.

Hal ini sangat rentan untuk memunculkan penyakit di kalangan perokok aktif dan pasif. “Merokok tidak dilarang, tetapi diatur,” jelasnya.

Oleh sebab itu sangat penting Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hal ini menurutnya mesti diperjuangkan bersama, sehingga ke depan para perokok bisa diatur dimana semestinya merokok.

Kendatipun diterbitkan peraturan bupati soal KTR, namun hal ini masih bersifat “macan kertas”, sehingga perlu dukungan dari semua pihak.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Anak Agung Suputra mendukung penuh upaya pembentukan Perda KTR tersebut.

Sebab selama ini persoalan rokok merupakan persoalan bersama. “Perda ini sifatnya mengedukasi atau memberi pendidikan soal merokok,” jelasnya. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.