Para Penjual Jasa Foto di Tanah Lot (foto-raka)

SULUHBALI.CO, Tabanan – Pesona keindahan Tanah Lot sudah sangat terkenal. Turis-turis lokal maupun asing tiap hari memadati untuk menyaksikan, dan mengabadikan Pura di tengah laut itu. Kalau cuaca cerah, saat pagi sampe siang, latar laut dan langit biru serta sapuan ombak putih menghiasi pemandangan pura Tanah Lot. Apalagi saat senja, saat matahari mulai menuruni garis cakrawala.  Membentuk siluet sosok pura yang agung, sangat menarik diabadikan dalam bingkai foto sunset. Sehingga foto-foto postcard yang berisi foto sunset Tanah Lot begitu terkenal dan tetap menarik hingga sekarang.

Begitupun para turis yang datang berkunjung ke Tanah Lot, senantiasa ingin mengabadikan pemandangan Tanah Lot dan berfoto dengan latar Pura tersebut. Keinginan para turis diabadikan dengan latar pura Tanah Lot, membuka peluang bagi penghobi fotografi untuk menjual jasa memotret para turis tersebut. Meski untuk saat sekarang para turis rata-rata menenteng gadget yang sudah dilengkapi kamera. Jepret-jepret sndiri pun bisa. Bahkan kamera-kamera SLR yang lebih camggih pun sudah menjadi kelengkapan para turis untuk memotret obyek-obyek yang dikunjungi, seperti Tanah Lot. Tetap saja para fotografer-fotografer yang mangkal disana bisa eksis hingga sekarang.

Kalau dulu para fotografer disana menjual jasa foto dengan kamera Polaroid, selesai jepret hasil foto langsung jadi. Kini kamera mereka lebih canggih lagi, lengkap dengan printer yang dibawa oleh mereka. Hingga kualitas foto, kecepatan, pelayanan, bisa lebih memuaskan para turis yang diabadikan di depan pura tersebut.

Meski peluang tersebut menggiurkan, bukan berarti sembarang orang bisa menjual jasa foto disana. “Ya disini untuk bisa ikut menjual jasa foto, harus menjadi anggota dulu. Tapi disini lebih diutamakan orang-orang dari penduduk lokal Desa Beraban,” Wayan, salah seorang fotografer disana menuturkan saat diajak ngobrol, Minggu, (27/10). Wayan yang mengaku sudah hampir 8 tahun menjual jasa foto di Tanah Lot juga menyebutkan, untuk menjadi anggota, syaratnya adalah menyetor uang anggota sebesar Rp 50 juta. “Pengelolaannya ditangani oleh koperasi. Uang itu semacam iuran sebagai anggota koperasi. Alat-alat kelengkapan kita bekerja sudah disiapkan oleh pihak koperasi,” katanya.

Dikatakan oleh Wayan, sampai saat ini, para penyedia jasa foto di Tanah Lot sudah berjumlah sekitar 170 an orang. “Cuma tidak semua aktif pak. Ya karena kebanyakan kita-kita disini juga punya pekerjaan lain. Jasa foto ini tiyang ambil sebagai pekerjaan sampingan saja. Temen-temen yang sudah dapat pekerjaan yang lebih bagus, akan jarang datang kesini,” Wayan menuturkan.  Dengan pasang harga Rp 20 ribu per foto, Wayan mengaku per harinya rata-rata dapat klien 10 sampe 20 orang, bahkan lebih. “Gak slalu rame, kadang sepi, kadang rame pak. Sama saja seperti usaha yang lain,” katanya merendah, sambil duduk bersandar diundag-undag jalan yang menuju ke pura. Berapa pemasukan bersih per hari? “Ya lumayanlah pak,” kata Wayan sambil tersenyum, tanpa mau menyebutkan angka. (SB-Raka).

 

 

Info Kami :

www.suluhbali.co solusi marketing dan komunikasi di dunia maya di media sosial seperti facebook, twitter dan google

Bergabung bersama kami di www.facebook.com/suluhbaliCO untuk selalu mendapatkan berita berita yang menginspirasi dan mencerdaskan.

Follow twitter @suluhbalidotco

Hubungi kami di suluhbaliku@gmail.com untuk solusi marketing, iklan, grafis, video dan profil partai serta profil calon legislatif.

Comments

comments