Pengusaha Pariwisata Tak Mau Peduli Soal Sampah Kiriman

82

SULUH BALI, Mangupura – Sampah kiriman yang datang tiap tahun di sekitaran pesisir pantai di wilayah Badung selatan, bukan hanya harus ditangani pemerintah dan masyarakat. Namun hal ini juga semestinya menjadi kepedulian para pengusaha pariwisata untuk ikut turun tangan.

Tapi kepedulian itu nampaknya tidak ditunjunkan oleh pelaku pariwisata saat datangnya musim sampah kiriman. Baik melalui langkah terjun langsung pembersihan sampah, maupun bantuan yang berupa CSR.

Jero ‎Bendesa Adat Kuta, Wayan Swarsa belum lama ini mengungkapkan. Memang sampah kiriman sudah mulai mengunjungi pantai Kuta, namun volumenya masih sedikit. Dimana untuk sekarang ini, sampah kiriman berupa plastik yang kebanyakan datang. “Untuk sekarang ini, sampah yang datang masih sedikit. Masih bisa di-handle oleh Desa Adat melalui para petugas kebersihan pantai yang telah terbentuk. Inipun sudah diperingan oleh bantuan dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Badung. Termasuk melalui bantuan dum truck,” ‎ungkap Swarsa.

Kedepannya, Swarsa berharap agar ada peningkatan partisipasi para pengusaha Pariwisata. ‎”Tentu kami sangat mengharapkan partisipasinya, bukan hanya dari usaha pariwisata di wilayah Kuta. Tapi partisipasi dari semua pihak,”terang Swarsa.

Sementara itu, ‎Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung Cokorda Raka Darmawan,‎ mengungkapkan sudah sewajarnya para pengusaha pariwisata juga ikut peduli terhadap fenomena yang kerap kali datang di saat angin barat. Apalagi kebersihan merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama, terlebih untuk kepentingan pariwisata.

“Kalau mereka merasa hidup mereka dari pariwisata, harusnya menyayangi dan ada rasa memiliki,” sentil Cok Raka.

Kedepannya, Cok Raka berharap, jika terjadi volume sampah kiriman yang menumpuk. Partisipasi para pengusaha pariwisata tersebut sangatlah diperlukan, apalagi musim sampah kiriman tersebut masih panjang. “Kini partisipasi ini belumlah sangat diperlukan. Mengingat, sampah yang menepi masih tergolong sedikit. Tapi nanti setelah banyak menumpuk, baru benar-benar kami harapkan partisipasinya,”ujar Cok Raka.

Lanjut Cok Raka, dari hasil evaluasi dan masukan dari sejumlah pemerhati dan asosiasi. Pihaknya juga telah melayangkan surat edaran kepada pihak asosiasi pariwisata di wilayah Badung. Yang mana di dalamnya menegaskan agar masing-masing pengusaha juga menginformasikan sejak dini kepada para tamunya mengenai fenomena yang menjamah pesisir pantai barat tersebut.

‎”Pelayangan surat ini memang baru pertama kali kali lakukan. Dengan harapan para wisatawan tidak kaget, s‎etelah tahu bahwa sampah datang bukan karena prilaku masyarakat di sekitar yang jorok, tapi sampah datang dari tengah laut. Apalagi mereka juga telah melihat bagaimana pemerintah bersama masyarakat melakukan langkah kebersihan di setiap harinya. Nanantinya asosiasi-asosiasi inilah yang kami harap meneruskan kepada para anggotanya,” imbuh Cok Raka. (Sb-Ijo)

Comments

comments

Comments are closed.