Pengaruh “Joger” Dalam Dinamika Ekonomi

697

Hartanto  (Kiri), Mr. Joger ( tengah), Warih Wisatsana (Kanan) saat menggelar dialog Culture. |foto-ijo|

 

SULUHBALI.CO – Gianyar – “Niat baik, lebih baik dan terbaik, tapi tidak pernah terlalu baik” yang menjadi ide dasar seorang Joseph Theodorus Wulianadi atau akrab  Mr. joger yang kini sukses mendirikan sebuah industri kreatif “Pabrik Kata-Kata”. Pabrik ini mampu menghasilkan beraneka macam produk kreatif nan unik serta mampu menyerap sekian ratus pekerja baik secara langsung maupun tidak langsung, namun saling menghidupi dalam keberlangsungan dan keberlanjutan.

Selain itu di tengah persaingan industri kreatif yang diserbu brand asing yang terkenal serta mampu mempengaruhi  gaya hidup tersendiri, namum produk kreatifnya tetap diminati masyarakat lintas bangsa selayaknya fenomenal alam blackhole yang mampu menarik benda- benda di sekitarnya.

Berangkat dari hal tersebutlah, bekerjasama dengan komunitas Sosial Garing dan Ekspresso 88 menyelenggarakan dialog Culture yang bertajuk “Joger: Black Hole Imployment” yang diselenggarakan di Bentara Budaya Bali ( 09/03/2014 ) membahasan proses upaya kreatif Joger dalam bidang bisnis dan kewirausahaan, serta bagaimana Joger mampu mengubah tantangan menjadi sebuah peluang dan juga diskusi ini menghadirkan sosok sang Seniman Kata-kata Mr. Joger sebagai Pembicara.

Hartanto Yudho Prasetyo mengungkapkan ibarat lubang hitam yang menyerap semua partikel yang berada di sekitarnya. “Ini kita ibaratkan Pak Joger seperti lubang hitam yang memberikan peluang kepada masyarakat sekitarnya. ketika dia membuka di Luwus, Tabanan yang merupakan sebuah desa sepi. Tapi ketika Dia hadir, kehadirannya itu memberikan peluang pekerjaan dan apapun terhadap masyarakat sekitar,” jelasnya

“Berangkat itu kita uji publik, benar tidak asumsi ini, ini akan kita lakukan 3 sesi. Habis dari sini kita lakukan di Fakultas kedokteran tentang psikiatri, kemudian kita akan laksanakan di fakultas sastra untuk menguji tentang kata-kata. Karena dari situlah, kebenaran asumsi itu ilmiah. Karena hal tersebut bedasarkan diskusi terbuka,” ungkap Hartanto

Kekuatan blackhole yang dimiliki oleh Mr. Joger benar-benar dirasakan ketika Joger yang berada di daerah Luwus itu ditutup selama 159 hari, hampir semua masyarakat di sekitar desa tersebut mengeluh. Hal tersebut merupakan dinamika bisnis ” tidak ada bis parkir, tidak ada orang beli minuman, tidak ada yang membeli buah dan lain sebagainya. Kalau kemacetan yang timbul ini kan, harus dilihat dari sudut pandang yang luas. Kalau dipandang dari sisi ekonomi kemacetan ini merupakan bagian dari dinamika ekonomi yang luar biasa,” jelas Hartanto. (SB-Ijo)

Comments

comments