Pengabdi Seni Terima Penghargaan

262
Para seniman Bali penerima penghargaan.

Pemerintah Provinsi Bali memberikan apresiasinya terhadap seniman Bali yang telah berjasa dalam melestarikan seni budaya dengan menganugrahkan Penghargaan Seniman Pengabdi Seni yang berupa piagam dan uang tunai yang masing-masing sebesar 6 juta rupiah kepada 9 orang seniman yang telah berjasa dalam menunjukkan dharma bhaktinya kepada pemerintah, masyarakat dan seni itu sendiri.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Bali Made Mangku Pastika kepada sembilan seniman yang meraih penghargaan tersebut di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Jumat (5/7).

Kesembilan seniman itu adalah I Made Taro (74) dari Kota Denpasar yang mengabdikan dirinya sebagai penulis/cerita pelestarian permainan tradisional. I Ketut Gingsir Bandem SPd (68) seniman tari dari Desa Kaja Kangin Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Nyoman Argita Abadi (81) seniman tari dari Banjar Lebah, Desa Marga, Kabupaten Tabanan dan Ida Made Jelantik Ardana (63) seniman tari dari Banjar Tri Wangsa Buda Keling, Kabupaten Karangasem.

Selain itu juga I Dewa Putu Banjar (63) menggeluti seni pedalangan dari lingkungan Kelod Kauh Desa Beng Kapaten Gianyar, Ida Komang Sugamia (87), seniman drama gong dari dari lingkungan Keladian, Dauh Waru Kabupaten Jembrana. Demikian pula Ni Luh Toya Adnyani (77) seniman tari dari Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. I Gusti Ngurah Diarsa (69) seniman Kerawitan dari Banjar Penatahan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan Nengah Lutra (88) seniman kerawitan dari Dusun Kalisada, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.

Gubernur Bali tengah berfoto bersama seniman.
Gubernur Bali tengah berfoto bersama seniman.

Dalam laporan panitia yang disampaikan Pembantu Rektor II Institut Seni Indonesia Denpasar I Gede Arya Sugiartha, menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai wujud rasa hormat dan terima kasih terhadap kiprah para seniman tersebut dalam pelestarian seni budaya di Bali. Lebih lanjut disampaikan para seniman Bali menurut hasil kajian yang dilakukan oleh ISI Denpasar, bahwa saat ini masih mengutamakan konsep ngayah di dalam pelaksaaan kesenian tersebut.

Sementara itu Gubernur Bali dalam sambutannya mengaku sangat bangga karena seniman bali masih mempertahankan konsep ngayah dalam melakukan kegiatan seni, dan berharap ini akan menjadi salah satu faktor pendorong bagi para seniman untuk terus berkarya dan mengembangkan kesenian dan budaya tersebut sekaligus melakukan pelestarian mengingat di era modernisasi saat ini para seniman pun harus dituntut lebih kreatif.

“Saya turut berbangga, saat ini telah banyak berkembang sekaa-sekaa seni yang mencirikan bahwa masyarakat Bali masih mau melestarikan seni dan budaya Bali,” ucap Pastika.

Ia juga menambahkan bahwa seniman yang melakukan kesenian tersebut adalah salah satu upaya dari seniman tersebut dalam melakukan pendakian spiritual, “pendakian spiritual inilah yang membuat seni itu lebih metaksu, ini yang perlu dilestarikan, dengan demikian kesenian Bali akan tetap lestari”, tegas Pastika.

Dalam acara yang dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa Art Center ini, juga dihadiri oleh seluruh jajaran SKPD Pemprov bali dan juga masyarakat umum dan juga turut dihibur oleh Sekaa Bondres Dadong Rerod.

(Humas Pemprov Bali)

Comments

comments

Comments are closed.