Pendapatan Jatiluwih Sudah Rp 5 Miliar

112
Kawasan persawahan di Jatiluwih Tabanan (foto rka).

SULUHBALI, Tabanan – Jatiluwih, Penebel, Tabanan akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Pengembangan tersebut diantaranya dengan membuat daya tarik seperti dengan event-event seni dan budaya. Bahkan Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, ingin mengembangkan konsep desa wisata di daerah tersebut. Selain jadi daya tarik yang khas, sekaligus memberi keuntungan bagi warga lokal.

Wabup Tabanan Sanjaya (foto rka)
Wabup Tabanan Sanjaya (foto rka)

“Saya setuju dengan konsep desa wisata. Contoh kecil, bagaimana rumahnya masyarakat disini dibenahi oleh warganya sendiri. Toiletnya yang kelas internasional lah. Ada bale daje, bale jineng. Rumah-rumah lokal. Jadi disitu dia tidur. Dimasakin oleh ibu-ibu PKK. Jadi dari, oleh dan untuk warga disini. Nginepnya disini, warga kan dapat income. Jadi tidak ada investor orang luar, yang membawa investasi. Jadi investornya orang lokal disini. Jadi nanti yang dapat menikmati benefidnya, orang lokal disini. Kayak home stay, ada cottage, ada rumah-rumah sederhana pun, tapi tamu-tamu Eropa senang nginep disini. Apa yang hasil-hasil kebun disini, itu yang dimasak,” ungkap Wakil Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya saat HUT ke – 3 Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Minggu (12/2/2017). “Kita kan disini memang tidak ada hotel mewah-mewah. Kuta tahun 60 – 70 kan begitu. Bungallow dan home stay saja. Tapi kita tidak kasi orang asing membangun hotel-hotel disini. Biarlah orang lokal, kita belajar dari sana. Kalau di Kuta mungkin 70 persen orang luar yang punya investasinya, jadi putra daerahnya, orang lokalnya cuma 10 sampai 20 persen. Kalau disini saya maunya 90 persen orang lokal  Jadilah owner di rumah sendiri. Itu konsep desa wisata,” ia menambahkan.

Sementara itu, Menurut Manajer Operasional Daerah Tujuan Wisata Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, SE,  yang saat itu ikut mendampingi Wakil Bupati Tabanan mengatakan per hari rata-rata wiasatawan yang berkunjung ke Jatiluwih sebanyak 400 orang. Ia juga menambahkan pendapatan pendapatan dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Manajemen badan pengelola baru 3 tahun, yakni dari tahun 2014. “Pada tahun 2014 pendapatan sebesar Rp  3,2 miliar,  kemudian tahun 2015 sebesar Rp 3,3 miliar dan tahun 2016 kemarin sebesar Rp 5, 088 miliar. Tahun 2017 ini kita targetkan bisa memperoleh pendapatan sebesar Rp 8 miliar,” ungkap Sutirtayasa optimis.Balawan[1]

Untuk mencapai target tersebut, ia pun ancang-ancang untuk terus membuat inovasi dan terobosan agar mendatangkan lebih banyak wisatawan yang datang berkunjung ke daerah yang telah ditetapkna sebagai warisan budaya dunia ini. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan juga akan disuguhkan atraksi kesenian. “Kalau event ini sebagai event tahunan, kita juga akan membuat event yang rutin ada tiap minggu,” tambahnya.

Pada saat acara HUT ke – 3 Daya Tarik Wisata Jatiluwih itu juga diisi dengan parade budaya dan seni yang melewati jalan di pinggir persawahan. Panggung hiburan diisi oleh tari-tarian, penyerahan door prise, serta live music dengan menghadirkan Balawan Ethnic Fusion Band dan Ito Kurdhi & Friends. (SB-Rk).

 

Comments

comments

1 COMMENT

Comments are closed.