SULUH BALI, Karangasem –  Bencana erupsi gunung Agung yang terjadi menumbuhkan perjuangan Tenaga Profesional Pendamping Desa Program Pemberdayaan, Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Karangasem tidak hanya mengabdi untuk desa namun juga mengbadi untuk kemanusiaan. Hal ini ditegaskan dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) P3MD Karangasem di Posko Induk, UPT Dinas Pertanian Rendang, Sabtu (16/12/2017).
Kegiatan koordinasi pendamping desa tingkat kabupaten dihadiri Tenaga Ahli Kabupaten, Pendamping Desa Kecamatan dan Pendamping Lokal Desa juga mendatangkan narasumber dari PVMBG, BPBD Bali dan PMI Bali dan Ormas Banteng Indonesia dalam mensinergikan pendampingan desa dalam menghadapi Tanggap Darurat bencana erupsi Gunung Agung.
Kordinator Kabupaten (Korkab) P3MD Karangasem, I Komang Kutawaringin, SP mengatakan tenaga Pendamping Desa Karangasem tetap fokus bekerja mengabdi mendampingi desa khususnya desa terdampak dan juga membantu desa dalam menangani pengungsi. “Meskipun 22 desa masuk terdampak dan tidak bisa efektif di wilayahnya namun pendamping desa tetap mendampingi di sekretariat desa sementara berada di pengungsian serta membantu kegiatan para pengungsi,” ungkap.
Tenaga Ahli Kabupaten bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), I Ketut Wijaya Mataram, S.Sos mengatakan pendampingan pemberdayaan desa terdampak dilaksanakan di posko-posko pengungsian. “Selain membantu logistik bagi pengungsi, kita pendamping desa juga memberdayakan masyarakat desa terdampak dengan pelatihan-pelatihan ekonomi produktif yang bisa dilaksanakan di pengungsian,” kata pria yang biasa dipanggil Inspektur Vijay ini.
Kepala Seksi Tanggap Darurat dan Kegawatdaruratan BPBD Bali, I Komang Kusumaedi mengapresiasi kinerja pendamping desa Karangasem karena telah ikut berperan dalam membantu pendataan kebencanaan. “Saya heran data-datanta lengkap banget untuk Karangasem, itu sangat membantu kami,” ungkapnya.
Rakorkab pendamping desa Karangasem juga diisi dengan pelatihan mitigasi resiko kebencanaan. BPBD Bali memberikan masing-masing pendamping desa Alat Pelindung diri (ApD) berupa jas anti hujan abu vulkanik, masker dan kacamata yang dapat digunakan jika terjadi hujan abu saat melakukan pendampingan di desa.
Kepala Mitigasi Gunungapi, PVMBG, I Gede Suantika menyebutkan pihaknya tidak bisa menjawab kapan waktunya gunung agung meletus, PVMBG hanya bisa memberikan data-data pengamatan dan akan menginformasikan secepatnya jika kondisi semakin Meningkatkan. Kondisi ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai pelatihan oleh masyarakat termasuk pelatihan di desa. “Kapasitas pelatihan individu dalam mendalami bencana itu perlu dilakukan,” sarannya.
Sementara Ormas Kemanusiaan Barisan Penegak Tri sakti Pembela Bangsa Indonesia (Banteng Indonesia) di bawah ketuanya, I Ketut Guna Artha memberikan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana pada pendamping desa. Ormas Banteng Indonesia memotivasi pendamping untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana erupsi gunung Agung dalam jangka waktu panjang. (SB-skb)

Comments

comments