Pencuri Pretima Bunuh Pedanda

181

SULUHBALI, Mangupura – Pelaku pencurian pretima dan benda sakral di Gianyar, ditangkap polisi karena menusuk Ida Pedanda Putu Kemenuh (58) di Gulingan, Mengwi hingga meninggal, Rabu (18/12) malam. Korban lain Ida Pedanda Istri Rai Kemenuh (54) luka berat oleh tusukan pelaku dan hingga kini sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Pelaku bernama Ida Bagus Gede Radiana (25), adalah putra dari Ida Pedanda Putu Kemenuh. Waktu kejadian, pada mulanya sebagai orang tua Ida Pedanda memberi nasehat pada putranya yang pernah masuk penjara karena tindak kejahatannya. Karena tidak bisa menerima nasehat, kemudian berlanjut terjadi percecokan. Lalu pelaku menusuk dada korban dengan senjata tajam.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Badung Ajun Komisaris Polisi (AKP) Wisnu Wardana di Mangupura, Kamis (19/12) informasi yang pihaknya dapat,  pelaku memiliki kelainan jiwa, “Kami akan memeriksakannya ke psikiater, hasilnya itu akan kami tindaklanjuti,”.

Jika nantinya hasil dari dokter menyatakan pelaku sehat dan tanpa gangguan jiwa, maka tersangka akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sementara itu, pihak kepolisian menepis kasus pembunuhan itu berencana.

“Kasus pembunuhan itu murni karena permasalahan intern keluarga dan tidak ada indikasi pembunuhan berencana atau ada pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut,” katanya.

Menurut dia, hasil otopsi dari korban juga telah menunjukkan bukti-bukti yang kuat untuk memberatkan pelaku pembuhan tersebut. “Kami sudah memasang ‘police line’ di rumah korban dan terus memantau hingga situasi dan kondisi pembunuhan maut ini selesai diproses,” kata Kepala Sub-Bagian Humas Polres Badung Ajun Komisaris Polisi (AKP) I Made Dina.

Selain itu, pihaknya juga melarang siapapun melakukan aktivitas di rumah korban di Dusun Batulumbung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, tanpa seizin pihak kepolisian.

Namun, dalam pengamanan itu pihak kepolisian berusaha melakukan dengan nyaman agar tidak mengganggu aktivitas warga di Desa Gulingan tersebut.

“Pihak kepolisian melakukan pemantauan dan pengamanan dengan cara dekat dengan masyarakat agar warga lainnya merasa nyaman dan tidak terganggu,” ujarnya.

Menurut dia, pengamanan yang dilakukan bersifat sementara situasi di lokasi kejadian aman dan kasus tersebut selesai ditangani kepolisian. (SB-ant)

Comments

comments