Pemukul Anggota TNI Saat Pawai Ogoh-Ogoh Mulai Disidangkan

762
Ilustrasi.

SULUH BALI, Denpasar — I Gede Hendra (22), pelaku pemukulan seorang anggota TNI, Ruli Hamdani saat perayaan pawai ogoh-ogoh, di Jalan Raya Pamogan pada 8 Maret 2016, mulai disidangkan di Pegadilan Negeri Denpasar, Senin (13/6/2016).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutrisno itu, dihadiri Jaksa Penuntut Umum Wayan Adhi Antari itu turut menghadirkan saksi korban, Ruli Hamdani dan saksi yan melerai perkelahian Dimas (kedua saksi merupakan anggota TNI).

“Awalnya saya ingin membantu ibu-ibu dan anaknya menyeberang jalan untuk membeli bensin, namun karena melihat iring-iringan ogoh-ogoh itu saya sempat meminta izin kepada terdakwa agar memperbolehkan ibu itu menyeberang jalan,” ujar Ruli Hamdani pria yang berpangkat Letnan Satu itu.

Namun, saat saksi korban meminta izin kepada terdakwa beserta rombongan pawai iringan ogoh-ogoh itu, terdakwa tidak terima dan langsung memanggil teman-temannya. Kemudian, saat itu dari jarak dekat terdakwa memukul saya dengan menggunakan kayu reng sepanjan 30 centimeter.

Hal senada diungkapkan saksi Ruli Hamdani yang merupakan teman korban melihat terdakwa memukul korban dengan menggunakan kayu reng yang tidak terlalu panjang.

“Saat itu, ada iring-iringan pawai ogoh-ogoh yang dikomandoi terdakwa, namun saat korban ingin membantu ibu-ibu itu menyeberang, terdakwa sempat melarang,” katanya.

Namun, karena terdakwa tidak terima saya melihat teman-teman terdakwa mengerumunin korban dan seketika melihat terdakwa memukul dengan kayu.

Pihaknya menerangan melihat terdakwa memukul korban sebanyak satu kali. Saksi korban Roy Hamdayani menambahkan, akibat pemukulan itu, korban tidak melaksanakan tugas negara selama satu minggu.

“Sebenarnya sudah ada permintaaan maaf dari keluarga terdakwa, namun yang sangat disesalkan saat kejadian ada anak korban dan keluarga menyaksikan pemukulan itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat mejalani perawatan dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar terdapat satu luka jahitan di kepala dan saat pengobatan ditanggung sendiri.

Dalam dakwaan disebutkan, peristiwa itu terjadi saat perayaan pawai ogoh-ogoh (Menjelang Hari Raya Nyepi) di Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan pada Pukul 19.00 Wita.

Saat itu, terjadi ketersingungan antara terdakwa dengan korban. Saat itu, terdakwa tidak menerima permintaan korban yang ingin membantu seorang ibu menyeberang jalan untuk membeli bensin.

Kemudian, terdakwa marah dan memukul korban dengan menggunakan kayu itu. Akibat perbuatannya, terdakwa dijerat Pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan yang diancaman pidana penjara dua tahun 8 bulan. (SB-ant)

 

 

Comments

comments