Pemuda Asal Lampung Gasak Uang di Mesin ATM Senilai 321 Juta

171
Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo didampingi Kasat Reskrim Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan saat menunjukan kartu yang dipakai para pelaku (foto-ist)

SULUH BALI, Denpasar – Tidak membutuhkan waktu yang lama ketiga pemuda asal lampung  Rendi (31), Kappi alias Pakwan (30) dan Andi Wijaya (30) mampu menarik seluruh uang yang berada di dalam mesin ATM tanpa mengurangi isi saldo kartu.

Kasus ini terungkap, bermula adanya laporan dari pihak Bank BRI bahwa telah terjadi pencurian uang sebesar Rp. 321.000.000 di Atm Bri depan Prajaraksaka Suwung Kauh dengan modus memasukkan tangan pada saat pengeluaran uang.

Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo didampingi Kasat Reskrim Kompol Reinhard Habonaran Nainggolan menjelaskan kita mengembangkan dari rekaman CCTV bahwa 2 orang pelaku ini dengan cara memakai  kartu ATM yang dibeli pelaku dari seseorang ditempat asal mereka didaerah Lampung.

“Atm yang mereka beli itu mereka masukan ke dalam mesim ATM, disaat uang yang berada di dalam mesin itu akan keluar. Mesin tersebut mereka tahan menggunakan kawat. Sehingga, setelah transaksi selesai, saldo di dalam mesin ATM para pelaku tidak berkurang,” terang Hadi, Jumat (24/02/2017).

Justru sebaliknya, uang dalam anjungan tunai semakin terkurang. Sementara mesin dilokasi tempat pelaku menjalankan hanya terdeteksi mengalami gangguan teknis .

“Mesin di lokasi tidak bisa mendeteksi adanya transaksi. Hanya disebutkan sebagai gangguan teknis. Tapi, uang dari dalam mesin itu tetap keluar dan terkuras oleh para sindikat ini,” tambahnya.

Setelah mendapatkan laporan dari pihak Bank BRI dirinya langsung memerintah anggota untuk langsung terjun ke TKP untuk melakukan proses penyelidikan. Dalam waktu 3 hari ketiganya berhasil diringkus dikediamannya di Jalan Raya Uluwatu No. 120 Kelan, Tuban. Ketiganya pun mendapati timah panas pihak kepolisian karena berusaha saat menunjukan lokasi.

“Setelah kita tangkap mereka di di Jalan Raya Uluwatu No. 120 Kelan, Tuban. Kita minta mereka kita untuk menunjukan lokasi-lokasi yang pernah melakukan aksinya. Mereka ini sudah melakukan pencurian di mesin ATM sebanyak 14 kali diantaranya Denpasar 9 kali,  Gianyar 4 kali dan Bangli 1 kali,” ungkapnya. (SB*)

Comments

comments