SULUH BALI, Denpasar – Akhir Bulan Mei hingga Juni tahun 2018 ini umat beragama di Bali menjalankan beberapa hari raya besar. Umat Hindu misalnya merayakan hari raya Galungan dan Kuningan. Sedangkan Umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Fitri yang didahului dengan bulan puasa. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bali memastikan pemerintah sudah mengantisipasi ketersediaan bahan makanan pada hari raya kali ini aman.  Hal ini disampaikan pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar, Minggu (3/6).

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Bali, I Nengah Laba bahkan mengatakan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali terus bekerja untuk menjaga inflasi dalam kondisi rendah dan stabil. Menurutnya kenaikan harga beberapa barang atau bahan makanan merupakan hal yang wajar pada hari besar keagamaan. Ini menurutnya terjadi karena banyaknya permintaan di hari-hari ini. Untuk mensiasati hal itu, ia menghimbau masyarakat bijak berbelanja. “Kami menghimbau agar masyarakat tidak berbelanja secara berlebihan dan sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana juga memastikan ketersediaan dan kecukupan pangan pada hari raya kali ini. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan untuk mencukupi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga harga adalah menggelar pangan murah di berbagai daerah di Bali. Selain itu, di Bali kini sudah terdapat Toko Tani Indonesia yang menjual beberapa bahan makanan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar, tambah Mardiana. Toko Tani Indonesia Center yang sudah diresmikan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika yang terletak di Jl. WR Supratman misalnya menjual beras segar dengan harga 8.800 rupiah per kg. “Saat ini sudah ada 60 toko tani Indonesia yang tersebar di enam kabupaten di Bali, “ kata Mardiana. Hanya Denpasar, Bangli dan Klungkung yang belum memiliki Toko Tani Indonesia.

Orator lain Jero Penjor menyampaikan pendapatnya soal Hari Kelahiran Pancasila yang baru saja diperingati tanggal 1 Juni lalu. Ia berharap pemerintah terus mengumandangkan nilai-nilai Pancasila. “Saya lihat di kantor-kantor diselenggarakan upacara. Saya harap hal itu tidak hanya sebatas ritual namun diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Ia berharap Provinsi Bali bisa menjadi simbol implementasi Pancasila di Indonesia. Ia mencontohkan budaya gotong royong yang merupakan nilai Pancasilan yang harus ditanamkan kepada generasi muda. (SB-humprov)

Comments

comments