Pemprov Bali Kerjasamakan Taman Budaya Dengan ISI Denpasar

0
232

Mangku Pastika saat menghadiri peluncuran Kerjasama Pengembangan UPT. Taman Budaya Provinsi Bali Institut Seni Indonesia di Gedung Kriya Taman Budaya. |foto-hum|

 

SULUH BALI, Denpasar – Gubernur Bali menyambut baik dan mengapresiasi kerjasama Pemprov Bali dengan ISI Denpasar dalam upaya mewujudkan Taman Budaya sebagai pusat seni budaya di Bali, serta dalam kerangka pembangunan daerah sebagai bagian dari upaya dalam memantapkan program pelestarian kebudayaan daerah. Dengan dibangunnya kerjasama ini diharapkan Taman Budaya tidak pernah sepi dan terhenti dari aktivitas seni budaya.

Selain even tahunan seperti Pesta Kesenian Bali, Bali Mandara Mahalango, dan kegiatan pameran pembangunan, serta pada tahun 2016 akan diselenggarakan Gelar Seni Akhir Pekan. Demikian disampaikan Gubernur Bali saat meresmikan peluncuran Kerjasama Pengembangan UPT. Taman Budaya Provinsi Bali Institut Seni Indonesia di Gedung Kriya Taman Budaya, Denpasar, Selasa (8/9). “Saya sudah memerintahkan Kepala Dinas Kebudayaan untuk menganggarkan biaya untuk Gelar Seni Akhir Pekan tersebut, ya setidaknya sebagai pengganti uang bedak, riasan dan sekedar konsumsi para penari dari anak-anak ISI itu,” ujar Pastika.

Melalui kerjasama tersebut Gubernur berharap ISI Denpasar bisa memanfaatkan Taman Budaya untuk berkreatifitas dengan memaksimalkan semua fasilitas yang ada. Sehingga Taman Budaya bermanfaat optimal dalam mencetak seniman dan budayawan Bali yang intelektual, yang mampu bersaing dalam dinamika budaya global. Gubernur juga menyatakan Taman Budaya sebagai ajang pementasan berbagai kegiatan seni, memiliki peran menciptakan manusia yang berjiwa dan berbudi halus.

“ Jadi menurut saya seniman itu 1 strip diatas manusia biasa. Jika manusia biasa bertindak, berkata dan berpikir hanya memakai logika atau pikirannya, tetapi seniman selain memakai pikiran juga akan memakai rasa. Untuk itu saya kira Taman Budaya berperan menciptakan manusia yang berjiwa dan berbudi halus,” terang Pastika. Taman Budaya juga diminta bisa menjadi tempat mengembangkan kreatifitas dan inovasi, serta menumbuhkan ekonomi. “Seni saat ini adalah seni untuk hidup, bukan hanya untuk dinikmati.

Kita harus berpandangan bagaimana seni itu bisa menghidupi kita dan orang lain, jadi seni itu harus dikelola secara profesional. Jangan meremehkan mutu,” pungkas Pastika.

Sementara itu Rektor ISI Denpasar, I Gede Arya Sugiartha, dalam laporannya menyatakan dengan adanya kerjasama yang dijalin 2 permasalahan besar yang sedang dihadapi ISI Denpasar bisa terpecahkan. Permasalah tersebut dijelaskannya terkait akses jalan masuk ISI saat ini sangat sempit dan hanya 1 arah, dan juga pengembangan 4 program studi baru menimbulkan permasalahan membludaknya mahasiswa yang totalnya hampir mencapai 1000 orang. Ia mengaku gedung yang dimiliki ISI saat ini tidak lagi mampu menampung mahasiswa sebanyak itu, namun dengan bantuan pemanfaatan fasilitas gedung di Taman Budaya menurutnya sangat membantu.

Ditambahkan Kepala Dinas Kebudayaan, Dewa Berata, saat wawancara dengan awak media  menyatakan mahasiswa ISI yang sudah melaksanakan proses pendidikan akademisdi kampusnya, diharapkan bisa mengadakan praktikumnya baik seni tari maupun seni rupa di Taman Budaya. Pementasan ujian akhir atau pun workshop seni dari mahasiswa ISI pun menurutnya bisa dilaksanakan disana. sehingga di Taman Budaya tiap harinya terdapat aktivitas Seni, yang diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Ia juga memaparkan perjanjian yang disepakati tersebut berlaku mulai ditandatangani dengan jangka waktu 5 tahun. Namun menurutnya juga terdapat kesepakatan yang terus ditinjau ulang tiap tahun. Apabila kesepakatan tersebut tidak ada tindak lanjut, maka menurutnya kembali akan dibuat kesepakatan baru.

Acara juga diisi dengan pameran hasil  tugas akhir terbaik seni murni, kriya, desain interior, desain komunikasi visual dan fotografi, serta pementasan 9 karya tugas akhir terbaik dari fakultas seni pertunjukan (FSP). (SB-hum)

Comments

comments