Pemprov Bali akan Tambah 100 Unit “Simantri”

225
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana (foto wan).

SULUH BALI, Denpasar — Pemerintah Provinsi Bali berencana menambah bantuan program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) sebanyak 100 unit pada 2017.

“Masing-masing kelompok petani yang menerima program Simantri, akan dialokasikan anggaran sebesar Rp250 juta,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana di Denpasar, Selasa.

Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, anggaran tersebut digunakan untuk membeli 20 sapi indukan, membuat kandang koloni, digester biogas simantri, instalasi pengolahan urine, kompos dan sebagainya.

Pemprov setempat juga akan memberikan kendaraan roda tiga bagi setiap kelompok tani penerima Simantri untuk memudahkan mereka dalam mengangkut pupuk dan pakan ternak.

“Namun, untuk kendaraan ini kami mesti lihat-lihat kembali anggaran, kalau memang mencukupi, ya kami jadi realisasikan,” ucap Winuardhana.

Program Simantri yang mulai diluncurkan Pemprov Bali sejak 2009, hingga 2016 telah berhasil terbentuk sebanyak 632 kelompok yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali.

“Dari tahun ke tahun, kami evaluasi berbagai kelemahan pelaksanaannya dan dilakukan berbagai upaya perbaikan,” ujarnya.

Wisnuardhana menambahkan, mulai 2017 Simantri juga akan diintegrasikan dengan program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) dari Dirjen Peternakan dengan fasilitasi semen beku serta inseminator untuk mengintensifkan kawin suntik.

“Selain itu, juga fasilitasi pakan serta bangunan konservasi air dalam mendukung optimalisasi reproduksi sapi-sapi Simantri,” ucapnya.

Sedangkan sejumlah inovasi yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya seperti pada 2013 digester biogas Simantri dibangun dengan pasangan batu sehingga lebih kuat dan dikerjakan oleh tenaga lokal, yang sebelumnya digester biogas terbuat dari bahan fiber.

“Sejak 2014 juga dilaksanakan Simantri dalam tiga type (A,B,C) menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketersediaan air di lokasi Simantri,” ujar Wisnuardhana.

Sementara itu, mulai 2016 pada setiap Simantri di samping dilaksanakan demplot pertanian organik, juga dilengkapi dengan hidroponik.

Pada lokasi sekitar kandang dikembangkan beberapa komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, seperti durian musangking kaki tiga, jeruk dekopon, lengkeng, kelapa daksina dan pisang mas kultur jaringan. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.