Penyediaan Troli di Pasar Tradisional

127

SULUHBALI.CO, Denpasar – Penyediaan Troli (keranjang dorong) di berbagai pasar tradisional telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar guna untuk lebih memberikan kenyamanan pelayanan terhadap pembeli layaknya di pasar modern.

“Pasar mana saja yang akan disediakan troli (keranjang dorong), itu masih sedang kami kaji, sambil melihat hasil revitalisasi beberapa bangunan pasar tradisional yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kota Denpasar I Made Mertajaya di Denpasar, Rabu  (16/10).

Menurut dia, rencana tersebut direalisasikan pada 2014 sebagai upaya meningkatkan kegairahan masyarakat berbelanja di pasar tradisional dan sebagai salah upaya meringankan masyarakat saat membawa barang belanjaan seperti halnya di pasar modern.

“Untuk tahun ini sebenarnya sudah ada Pasar Intaran di Sanur yang kami fasilitasi dengan troli. Kami sengaja menggunakan pasar tersebut sebagai percontohan penggunaan troli karena posisinya berada di daerah wisata. Tidak sedikit wisatawan mancanegara yang mengunjungi pasar itu,” ujarnya.

Ia mengatakan keinginan pemkot mengubah pola pikir pedagang tradisional dan masyarakat agar sama-sama memperhatikan pasar tradisional. Upaya tersebut juga diimbangi dengan memberikan pembinaan secara rutin kepada para pedagang pasar tradisional supaya menata barang dagangannya lebih rapi, memperbaiki penampilan diri pedagang, dan yang terpenting menjamin kebersihan barang yang dijual.

Pembinaan ini dilakukan agar kesan negatif terhadap pasar tradisional seperti kotor, jorok, tidak tertata, becek, dan pedagang yang sering tidak ramah tersebut dapat dihilangkan secara perlahan karena hal tersebutlah yang selama ini memicu masyarakat mulai meninggalkan pasar tradisional dan memilih beralih ketempat berbelaja yang lebih modern seperti supermarket dan lain-lain.

“Pola pikir para pedagang tradisional perlahan mulai kami ubah lewat pembinaan dan juga fasilitasi kelengkapan prasarana, seperti kotak pendingin untuk ikan, daging, dan sayur-sayuran bekerja sama dengan Dinas Perikanan dan Kelautan. Dengan demikian dari sisi higienitas dan kesegaran akan lebih terjamin,” katanya.

Mertajaya menambahkan, saat ini beberapa pasar tradisional di Denpasar juga fisiknya telah direvitalisasi dengan didanai lewat anggaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Memang kami akui mengubah pola pikir yang sudah telanjur tertanam tentang pasar tradisional itu tidak mudah, baik itu bagi pedagangnya sendiri maupun masyarakat selaku konsumen,” kata Mertajaya. (SB-ant/lik)

Comments

comments