Pemimpin Bali Menurut Pande Dwi Sinar Maheni, Teruni Bali 2017

0
416
Pande Dwi Sinar Maheni (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar – Pilkada Bali sudah dekat. Pemilih dari kalangan muda tentu punya kriteria terhadap sosok pemimpin yang mereka harapkan memimpin Bali ke depan. Sosok pemimpin seperti apa yang mereka inginkan ?

“Bali membutuhkan pemimpin yang mampu mengayomi masyarakat, yang mampu merangkul berbagai kalangan. Juga pemimpin yang melakukan aksi nyata yang dapat dirasakan dan dikenang oleh masyarakat itu sendiri,” ungkap Pande Dwi Sinar Maheni, penyandang gelar Juara I Duta Wisata Bali, Teruni Bali 2017 ini ketika ditanya sosok pemimpin Bali ke depan.

Gadis kelahiran Denpasar 22 Nopember 1996, yang kini duduk di semester 6 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unud ini juga sangat memperhatikan kondisi dan tantangan Bali saat ini dan ke depannya. Karena menurutnya, Bali menjadi daerah tujuan wisata dunia juga dikenal sebagai pulau yang sangat menjunjung toleransi beragama yang sangat tinggi. Karena Bali dihuni oleh berbagai suku, agama, juga warga dari berbagai belahan dunia.

Begitupun terhadap pemutusan jaringan dan data internet saat perayaan Nyepi kemarin, menurutnya hal tersebut juga untuk mendukung kekushukan pelaksaan Catur Brata Penyepian, yang salah satunya untuk menghentikan kegiatan berupa hiburan atau amati lelanguan. Namun baginya, jangan ada paksaan karena pelaksanaan Catur Brata Penyepian lebih merupakan upaya pengendalian diri, introspeksi diri atau mulat sarira.

“Bagi saya pribadi, dalam memaknai hari Raya Nyepi itu tergantung pada bagaimana seseorang mengendalikan dirinya tanpa paksaan dari pihak lain. Istilahnya mulat sarira masing-masing individu. Bali sendiri terkenal dengan toleransi beragama cukup tinggi. Seperti kita tahu di Bali tidak hanya ada agama Hindu, namun agama lainpun hidup bersama di Bali. Dengan adanya pemutusan jaringan internet saat Hari Raya Nyepi memang dilatari oleh niatan yang baik. Agar Catur Brata Penyepian terlaksana dengan baik. Dimana salah satunya adalah Amati Lelanguan, yakni menjauhkan diri dari hiburan,” jelasnya.

“Menurut saya Nyepi itu lebih pada intropseksi dari dalam diri sendiri, kalau dipaksa pelaksanaannya, tidak dari dalam diri masing-masing, saya rasa tidak baik juga,” sambung gadis yang juga hobi travelling ini.

Foto-foto dan video saat ia menjalankan hobi jalan-jalan tersebut ia unggah di akun instagramnya. Bahkan agar menjadi lebih menarik, ia edit sendiri video-video yang direkamnya. “Itu cuma iseng saja,” jawabnya merendah.

Ini sebagaian prestasi  yang pernah diraih gadis pemilik postur tubuh tinggi yang juga terlihat piawai menari Bali ini. Juara I lomba karya tulis SMP 9 Denpasar 2010, Juara I lomba pidato Bulan Bahasa SMP 9 Denpasar 2010, Juara I lomba Mapidarta Bahasa Bali bulan bulan bahasa SMP 9 Denpasar 2010, Juara I Olimpiade Biologi SMA 6 Denpasar 2013, Juara I Lomba Sambrama Wacana Tingkat Kota Denpasar 2015, Juara I Lomba Karya Tulis Green Action IPB tingkat Nasional 2014. Juara I Duta Wisata Bali (Teruni Bali) 2017, Teruni Bali Best Public Speaking 2017.

Selain mengukir prestasi tersebut diatas, ia juga senang berorganisasi. Diantaranya pernah sebagai Ketua Club Biologi SMAN Denpasar 2014, Sekretaris KIR SMAN 6 Denpasar 2014, Anggota Departemen Penddikan Community of Political Science 2015, Anggota Departemen Pendidikan Udayana Science Club 2016, Wakil Kepala Departemen BEM FISIP Udayana 2016. (SB-Rk).  

Comments

comments