Ilustrasi memanen Padi (photo-raka)

SULUHBALI.CO, Denpasar – Pemerintah sulit menetapkan harga patokan untuk semua jenis pangan, mengingat harganya yang sangat berfluktuasi, sehingga sepenuhnya sangat tergantung pada kondisi pasar.

“Selama ini baru dua komoditi pangan yang harganya ditetapkan pemerintah yakni gabah dan kedelai,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Ir Ida Bagus Wisnuardana di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan, harga patokan pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp3.300/kg dan kedelai Rp7.000/kg.

“HPP kedelai baru saja ditetapkan lewat peraturan pemerintah (PP) Menteri Perdagangan No.13 2013 tentang penetapan harga kedelai,” ujar Wisnuardana.

Penerapan harga gabah dan kedelai itu untuk merangsang petani agar mengembangkan kedua komoditi pangan yang menjadi kebutuhan bahan pokok masyarakat.

“Jika harga gabah dan kedelai di pasaran kurang dari HPP, maka Badan Urusan Logistik (Bulog) setempat wajib membeli dan menampung hasil petani tersebut,” ujar Wisnuardana.

Sedangkan harga komoditi kebutuhan pangan lainnya seperti sayur mayur, bawang merah, bawang putih, cabai dan sejenisnya sulit diatur, karena harganya berfluktuasi.

Harga itu sepenuhnya diserahkan kepada kondisi pasar. Untuk itu petani dengan bimbingan petugas penyuluh lapangan (PPL) harus pandai-pandai atau mampu membaca peluang dalam mengembangkan komoditi pangan.

Dengan demikian petani dalam mengembangkan komoditi pertanian dapat menikmati harga yang wajar, seperti bawang merah, bawang putih maupun cabe.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa dalam kesempatan terpisah menambahkan BAli selama 2012 mampu memproduksi umbi bawang merah berdaun sebanyak 8,67 ribu ton, menurun 6,69 persen dibanding tahun sebelumnya 8,12 ribu ton.

Produksi itu dihasilkan dari lahan luas panen 766 hektare selama tahun 2012 dengan tingkat produktivitas rata-rata 11,31 ton per hektare. Menurun produksi bawang merah itu akibat berkurangnya luas tanam 51 hektare atau 6,24 persen serta menurunnya produktivitas sebesar 0,09 ton per hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Bali selama tiga tahun terakhir (2010-2012) terjadi penurunan produksi bawang merah akibat berbagai faktor antara lain luas lahan yang semakin berkurang.

Produksi barang merah tertinggi dicapai pada tahun 2010 yang mencapai 10,98 ribu ton. Kabupaten Bangli merupakan penghasilan utama yakni mencapai 8,42 ribu ton selama tahun 2012. (SB-ant)

Comments

comments

Comments are closed.