Pembunuh Tentara Ternyata Anak Anggota DPRD Bali | Umur 16 Tahun

4059
Pelaku utama penusukan DKDA (ilustrasi)

SULUH BALI, Denpasar – Pembunuh  Tentara Prajurit Dua (TNI) Yanuar Setiawan (20), berinisial DKDA (16) ternyata putra anggota DPRD Bali dari Fraksi PDI-P bernama Dewa Nyoman Rai. Hasil penelusuran sebelumnya, DKDA sering membuat onar, bahkan sempat masuk ke jalan tol Bali Mandara tanpa helm dab ditilang oleh polisi. Sang Ayah membela anaknya da memarahi polisi yang sedang bertugas.

Namun demikian, Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Petrus Golose menegaskan polisi mengusut sesuai prosedur hukum kepada tersangka pembunuhan anggota TNI yang salah satu pelakunya anak anggota DPRD Bali.

“Tidak ada perlakuan khusus. Pejabatnya saja kalau melakukan tindak pidana ditangkap apalagi anaknya,” kata Petrus Golose setelah memimpin HUT Ke-71 Bhayangkara di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Senin (10/7/2017).

Petrus melanjutkan, mengingat korban merupakan anggota TNI, maka pihaknya telah berkoordinasi dengan Panglima Kodam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Komaruddin Simanjutak dan Komandan Korem 163 Wira Satya Kolonel Arh I Gede Widiyana agar tidak ada dampak lanjutan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Dandrem. Prosedur akan dilakukan dan tidak ada ekses nantinya akan muncul dari prajurit TNI dan dari orang lain,” ucapnya seraya menambahkan bahwa proses hukum akan ditegakkan tanpa memandang latar belakang seseorang.

Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, menetapkan enam orang tersangka dalam kasus pembunuhan seorang anggota TNI Yanuar Setiawan (20) berpangkat prada yang tengah mengikuti pendidikan infantri di Singaraja.

Rata-rata lima orang tersangka berusia muda hingga 16 tahun dengan status pelajar yakni berinsial CI, AAJA, KTS, FA serta pelaku lainnya DKDA (16) merupakan pelaku utama yang menikam korban dengan sebilah pisau dan diketahui merupakan anak anggota DPRD Provinsi Bali.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu (9/7) sekitar pukul 05.00 Wita di Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua tepatnya di seberang SPBU Nusa Dua.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar Komisaris Polisi Aris Purwanto mengatakan pembunuhan itu diduga karena ketersinggungan saat keduanya mengendarai sepeda motor bersama teman-temannya masing-masing.

Ketersinggungan tersebut, kata dia, berujung maut karena terjadi perkelahian hingga salah satu pelaku berinisial DKDA menikam menggunakan sebilah pisau yang dibawa anak wakil rakyat di DPRD Bali itu.

Sementara itu Kepolisian Resor Kota Denpasar, Bali, menetapkan enam tersangka dalam kasus pembunuhan seorang anggota TNI, lima orang di antaranya masih di bawah umur dengan status pelajar.

“Kami lanjutkan kasus ini, tetapi karena ini anak (di bawah umur) berarti penanganannya 15 hari dan bisa diperpanjang. Kami mengacu ke Undang-Undang Anak,” kata Kepala Polresta Denpasar Komisaris Besar Hadi Purnomo di Denpasar, Senin. (SB-ant)

 

 

BACA Juga :

 

http://suluhbali.co/tusukan-pada-dada-kanan-tembus-ke-paru-paru-dan-jantung-tentara-tewas/

 

http://suluhbali.co/sadis-remaja-geng-motor-di-nusa-dua-tusuk-tentara-hingga-tewas/

 

Comments

comments