Pembukaan Porprov Amburadul | Mahayastra Minta Maaf Pada Sudikerta

923
Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menerima Wakil Bupati Gianyar Mahayastra di ruang kerjanya (foto ist).

SULUH BALI, Denpasar –  Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST. Par., MAP mendatangi Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di kantor Gubernur, Senin pagi (18/9/2017) untuk meminta maaf atas amburadulnya acara pembukaan Porprov, Minggu (17/9/2017) di Stadion Dipta, Gianyar.

Ketut Sudikerta ditemui usai bertemu pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, Selasa (19/7/2017) membenarkan acara kedatangan Mahayastra ke ruang kerjanya pagi hari setelah dirinya memimpin apel di kantor Gubernur Bali. Pada pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, kata Sudikerta, koleganya tersebut menjelaskan apa yang terjadi saat pembukaan Porprov Bali dan mengapa terjadi banyak kesalahpahaman pada round down acara.

“Ya, saya sudah memaafkan,” kata Sudikerta. Sambil menambahkan yang terpenting sekarang bagaimana perhelatan Proprov Bali bisa berlangsung dengan baik dan terjaga sportivitasnya. “Karena dari Porprov ini kita menyiapkan atlet atlet Bali untuk berlaga pada event yang lebih besar. Pada PON lalu, kita berhasil membuat prestasi gemilang, maka PON berikutnya harus lebih bagus.”

Wagub Sudikerta menerima pengurus KONI Bali terkait penyelenggaraan Proprov Bali di Gianyar (foto humas.Bali).

Sementara pada rapat evaluasi dengan pengurus KONI Bali, Sudikerta mendapatkan penjelasan mengenai ketidaknyamanan yang terjadi saat prosesi pembukaan Pekan Olahraga Provinsi pada Minggu (17/9).

“Kesempatan ini sekaligus untuk mengevaluasi pelaksanaan Porprov secara keseluruhan sehingga dapat berjalan dengan baik sampai prosesi penutupan pada 23 September mendatang,” kata Sudikerta pada pertemuan di kantor pemprov setempat, di Denpasar, Selasa (19/9/2017).

Mengawali penjelasannya, Ketua KONI Bali Ketut Suwandi memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi pada prosesi pembukaan Porprov XIII tahun 2017 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar itu.

“Ini jadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami agar ke depannya menjadi lebih baik,” ujar Suwandi.

Menurut dia, persoalan muncul karena kurangnya komunikasi dan sinkronisasi dalam penyusunan susunan prosesi acara pembukaan. Pihak panitia pelaksana ingin memberi kejutan-kejutan, namun dalam pelaksanaannya di lapangan kurang diantisipasi.

“Kami memahami bahwa kreativitas dan pembaharuan itu perlu. Namun, agar dapat berjalan dengan baik, perlu ada sinkronisasi dan komunikasi. Saya rasa, hal-hal seperti ini harus kita benahi ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Porprov Pande Made Purwata mengatakan sejauh ini perhelatan Porprov berjalan dengan baik. “Sejauh ini tak ada hal krusial yang mengganggu,” ujarnya.

Terkait dengan kekurangnyamanan yang terjadi pada prosesi pembukaan, Pande Purwata juga menyampaikan permohonan maaf. “Tak ada sedikitpun niat kami untuk mempermalukan siapa-siapa, justru kami yang malu,” katanya.

Pihaknya hanya ingin memberi pertunjukan terbaik yang mencerminkan kalau Gianyar itu merupakan daerah seni. Hanya saja dalam pelaksanaannya terjadi “force majeure” (kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kuasa dari para pihak yang bersangkutan-red). Alhasil, ketika tiba acara pembacaan sambutan Gubernur Bali, para atlet sudah berada di luar stadion.

Menanggapi penjelasan Ketua KONI dan Panitia Pelaksana Porprov, Sudikerta dapat memahami hal tersebut. Dalam kesempatan itu, ia juga mengklarifikasi sejumlah pemberitaan yang menyebut dirinya marah atau ngambul (ngambek) sehingga tidak membacakan sambutan.

“Tidak mungkin saya membacakan sambutan, sementara atletnya sudah tidak ada,” kata Sudikerta.

Sudikerta berharap kejadian ini dapat dijadikan pelajaran agar tak terulang pada prosesi penutupan. Dia memahami dan mengapresiasi keinginan tuan rumah untuk mengolaborasikan seni dan olahraga.

“Namun tetap harus sesuai dengan porsi dan terus dikomunikasikan,” ujarnya seraya berharap agar pihak panitia lebih mengoptimalkan seniman dan artis lokal. (SB-ant)

 

Comments

comments