Pembuat Akun Palsu Made Mangku Pastika Dilaporkan Ke Polisi

1908
Kepala Biro Humas Pemprov Bali, Dewa Gede Mahendra Putra mengisi formulir pelaporan akun palsu Gubernur Bali (foto sem).a

SULUH BALI, Denpasar – Peristiwa munculnya akun palsu yang mengatasnamakan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dilaporkan ke polda Bali oleh Kepala Biro Humas Setda Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra.

Akun palsu ini fotonya dibuat serupa dengan akun asli Made Mangku Pastika, namun memposting status yang meresahkan yang terkait dengan fitnah.

“Maksud laporannya adalah karena akun palsu ini telah membuat resah mengatasnamakan Gubernur ,” terang Dewa Mahendra Putra kepada awak media di Mapolda Bali, Jumat (11/3/2016).

Akun asli Made Mangku Pastika adalah https://www.facebook.com/mdmangkupastika dan sudah memiliki friend 5000 dengan follower 9000-an.

Dewa Mahendra mengatakan, harus melaporkan akun ini mengingat pernyataan yang diposting telah mengatasnamakan Made Mangku Pastika selaku Gubernur Bali.

“Karena telah mengatasnamakan Gubernur, Kepala Biro Humas ya wajib melaporkan sesuatu yang merugikan posisi pimpinan daerah.” Ditambahkan Dewa, Gubernur tidak pernah menulis atau membuat akun seperti itu, “Juga tidak mungkin Gubernur membuat status seperti itu,” imbuhnya.

Dewa Mahendra berharap Polda Bali secepatnya dapat menindak oknum yang tidak bertanggung jawab itu. “Kita ingin Polda menindak, karena ini tidak secara pribadi saja namun juga institusinya,” harapnya.

Selain Dewa Mahendra, nampak hadir pula putra ketiga Made Mangku Pastika yakni Nyoman Wicaksana Wirajati selaku saksi.

Putranya inilah yang melihat adanya akun palsu yang menyamai akun asli Made Mangku Pastika, “Saya konfirmasi ke ayah saya. Dan sudah ada kepastian, ayah saya tidak membuat akun baru dan tidak ada postingan yang aneh-aneh,” ungkap Wirajati.

Wirajati berharap hal ini bisa segera terungkap. Karena hal ini dirasa tidak main-main mengingat adanya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berlaku di Indonesia.

“Harapnya semoga ini cepat terungkap siapa yang berbuat, karena ini tidak main-main karena kita ada UU ITE biar ini berfungsi. Karena dampak postingan di media sosial yang diselewengkan, bisa menjadi provokasi dan memecah belah kerukunan masyarakat,” jelasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol, Hery Wiyanto mengatakan sudah menerima laporan tersebut untuk nanti dipelajari dan segera mengambil tindakan lebih lanjut.

“Kita sudah menerima laporan mengenai penduplikasian akun pribadi tersebut. Berdasarkan laporan tersebut, Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali akan mempelajari dan menelusuri siapa pelaku dibalik pembuatan akun palsu tersebut. Nanti kita mencari dan melacak saksi-saksi yang berkaitan dengan akun tersebut,” terangnya.   (SB-Skb/Ijo)

 

Comments

comments