Pembangunan Pelabuhan Marina di Kawasan Pelabuhan Benoa Ditunda

153

Dirut Pelindo III Djarwo Susanto (dua dari kiri) saat memberikan pressconfrence pressconfrence Wonderfull Indonesia Fremantle to Bali. |foto-ijo|

 

SULUH BALI, Denpasar – Pelindo III berencana ingin membangun Pelabuhan Marina di Kawasan Pelabuhan Benoa, namun hal tersebut harus mendapatkan  Surat rekomendasi atau rencana induk pelabuhan yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan.

Untuk mendapat surat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan yang harus didahuli surat rekomendasi dari pemerintah setempat. Sayangnya, hingga saat ini surat rekomendasi tersebut tidak kunjung Turun Dari Pemerintah Kota Denpasar. Padahal, Gubernur Bali telah menyetujui untuk dilakukan pengembangan sehingga Pelindo III berencana mengarahan pengembangan Pelabuhan Marina tersebut ke Banyuwangi, Jawa Timur.

“kami ini ingin melakukan pengembangan Pelabuhan Marina di Benoa Denpasar  tetapi itu perlu surat rekomendasi dari Kementerian Perhubungan dan Rekomendasi Juga dengan pemerintah daerah. Gimana kita mau melakukan pengembangan, Gubernur sudah menyetujui tetapi Walikota belum mengeluarkan.  Kita ini bukan mau reklamasi kok, cuma ingin melakukan pengembangan saja,” tegas Dirut Pelindo III Djarwo Susanto, Jumat (29/05/2015).

Disisi lain pemerintah Banyuwangi telah mengajukan dan menyatakan diri siap untuk dilakukannya pegembangan Pelabuhan Marina di Banyuwangi. Meskipun Banyuwangi menyatakan diri siap, namun untuk pengembangan Pelabuhan Marina di Benoa  akan tetap dilakukan sambil menunggu surat rekomendasi dari Walikota keluar.

“Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengusulkan pengembangan pelabuhan marina di sana (Banyuwangi) yang cukup siap. Maka kami putuskan di sana (Banyuwangi). Bukan berarti pengembangan Pelabuhan Marina di Bali di Batalkan, tetap jadi hanya saja kita masih menanti surat rekomendasi dari Walikota,” ungkap DJarwo.

Disisi lain Djarmo menolak apabila dikaitkan dengan wacana reklamasi Teluk Benoa yang hingga saat ini mengundang pro dan kontra di kalangan masyarakat.  “Kami akan reklamasi sebagian dari pengembangan sekarang tetapi kami bukan mereklamasi Teluk Benoa, hanya sebagian saja tidak sebesar Teluk Benoa,” tegas Djarwo. (SB-Ijo)

Comments

comments