Pemandian Umum, Menjadi “Beji” Hingga Pemandian Bersama

387

SULUH BALI, Amlapura – Hampir disetiap banjar atau desa memiliki pemandian umum yang digunakan secara umum oleh setiap warga dan juga diperuntukan untuk nunas (memohon) air suci tirta.

Beberapa tempat pemandian umum diperuntukan sebagai beji (tempat pesucian dan memohon tirta). Air yang dijadikan dan dimohonkan sebagai tirta diambil langsung dari mata air yang juga menjadi sumber air pemandian.

Beji berada dihulu dari permandian yang menjadi pusat sumber air. Pada hulunya itu dibangun sebuah pelinggih yang difungsikan sebagai tempat permohonan dan persembahan upakara banten untuk nunas tirta.

Bagian teben (hilir) air tersebut dibuatkan pancoran yang dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat mandi dan segala kegiatan mencuci. Pemandian ini digunakan secara umum oleh warga setempat.

Pemandian umum digunakan secara bersama oleh warga desa setempat. Namun, hanya dipisahkan sebuah tembok antara laki-laki dan perempuan.

Meskipun era modern dan keberadaan kamar mandi sudah dimiliki masing-masing keluarga, namun keberadaan dan penggunaan pemandian umum masih tetap digunakan dan dimnafaatkan oleh warga. (SB-Skb)

Comments

comments