Pelajar SMA di Jembrana Paksa Pacar Aborsi

0
520

SULUH BALI, Negara  — Satuan Reserse Kriminal Polres Jembrana, Bali menetapkan ASK (19), pelajar kelas III SMA sebagai tersangka aborsi yang janinnya dibuang di pantai beberapa waktu lalu.

“Dia yang berinisiatif untuk menggugurkan kandungan RH, pacarnya, dan dia juga yang membawa kemudian membuang janin itu ke pantai,” kata Kapolres Jembrana Ajun Komisaris Besar Priyanto Priyo Hutomo, di Negara, Selasa (13/.

Ia mengatakan, pelajar asal Desa Banyubiru, Kecamatan Negara ini dijerat dengan undang-undang perlindungan anak terkait aborsi, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Sedangkan RH (17), meskipun juga ditetapkan sebagai tersangka namun karena masih di bawah umur, berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk tim perlindungan anak, yang bersangkutan dikembalikan kepada orang tuanya.

“Untuk ASK kami melakukan penahanan, namun saat ujian sekolah kami sanggup memfasilitasi sesuai dengan permintaan DPRD Jembrana,” katanya.

Berdasarkan keterangan dua pelajar ini, ia mengatakan, kandungan RH yang diperkirakan berusia empat sampai enam bulan digugurkan dengan cara minum sejenis obat.

Menurutnya, remaja ini tahu jenis obat yang bisa menggugurkan kandungan dengan cara mencari di internet, lalu membelinya dengan sistem online serta mendapatkan tata cara penggunaannya.

“Obat itu diminum di rumah ASK namun ditunggu sekitar 30 menit perutnya hanya terasa mulas tapi janin belum keluar. RH lalu memutuskan pulang, dan sesampainya di rumah ia melahirkan janin yang sudah meninggal di kamar mandi,” katanya Ia mengatakan, saat janin itu keluar, rumah RH di Desa Manistutu, Kecamatan Melaya sedang kosong, sehingga tidak ada keluarga yang tahu.

Setelah janin keluar, ia menghubungi ASK yang saat dalam perjalanan berjumpa dengan dua orang kawannya yang ia ajak ke rumah RH.

Jasad janin sudah berbentuk yang berada di dalam kamar mandi ia bersihkan dan bungkus dengan kaos yang ia pakai, namun bingung harus berbuat apa.

Oleh dua orang kawannya, ASK disarankan memberitahu orang yang lebih tua yang rumahnya dekat dengan RH, lalu dua orang ini pergi.

Namun saat memberitahu ke tetangga pacarnya tersebut ASK diusir, dan Rabu (7/3) sekitar pukul 22.00 wita ia membawa jasad janin itu ke pantai Dusun Pabuahan untuk membuangnya.

“Setelah kami melakukan penyelidikan, diperoleh informasi dari masyarakat yang melihat ASK membawa janin. Sehingga beberapa jam setelah janin itu ditemukan nelayan, ia kami tangkap,” kata Priyo.

Sebelumnya diberitakan, Subhan, nelayan di Dusun Pabuahan, Desa Banyubiru menemukan jasad bayi saat hendak memasang jaring, lalu memberitahu Mukaranah, ibunya.

Oleh Mukaranah, jasad itu ia bawa pulang kemudian memberitahu aparat desa setempat yang melanjutkan adanya penemuan jasad itu ke polisi. (SB-ant)

Comments

comments