PDIP Bali | Koster Siap Hadapi Gugatan Disel

1004
Koster dan Disel Astawa (foto sb).
Back

1. Melawan Instruksi Partai

SULUH BALI, Denpasar — Ketua Dewan Pengurus Daerah PDIP Bali Wayan Koster menyatakan siap menghadapi gugatan hukum Wayan Disel Astawa yang dipecat dari keanggotaan partai.

“Kami tidak gentar dengan gugatan hukum yang dilakukan saudara Wayan Disel Astawa. Itu adalah hak pribadi yang bersangkutan menempuh jalur hukum,” kata Koster saat dikonfirmasi, Rabu (13/4/2016).

Menurut Koster, Disel dipecat karena melawan intruksi partai pada Pilkada Badung tahun lalu. Proses pemecatan anggota Komisi III DPRD Bali ini sudah melalui prosedur sesuai AD/ART partai, seperti melalui investigasi dan sidang kehormatan partai.

Pihaknya mengambil sikap tegas tersebut untuk menjaga kewibawaan partai politik, dan memberi pelajaran kepada kader yang lainnya agar tidak melanggar aturan partai.

“Sebelum mengeluarkan surat keputusan (SK) pemecatan, sudah dilakukan investigas, dan diputuskan melalui sidang kehormatan partai. Proses pemecatan sudah sesuai prosedur dan AD/ART partai,” kata Koster menegaskan.

Koster mengatakan, pemecatan Disel Astawa tidak ada kaitan dengan hasil perolehan suara pasangan calon yang diusung PDIP, Nyoman Giri Prasta-Wayan Suiasa (Giriasa) di TPS dan daerah pemilihan Wayan Disel.

Menurut Koster, kemenangan Giriasa di Dapil Disel bukan karena perjuangan Disel. “Pasangan Giriasa memang menang di desanya Disel. Di sana menang karena Ketua PAC PDIP Badung bersama kader lain bekerja maksimal, bukan karena Disel yang bekerja,” katanya Ia mengatakan, Disel dipecat karena membelot dan secara aktif dengan timnya memenangkan pasangan lawan, padahal sudah dipanggil sebanyak dua kali untuk mengikuti garis partai, malah dia ngotot mau mengalahkan pasangan Giriasa, yang melawan instruksi Ketua Umum PDIP sehingga harus dipecat.

Back