PDI Perjuangan Kawal Bali Mandara Jilid II

104

Nyoman Parta menerima buku Bhagawadgita dari Gubernur Mangku Pastika (foto: raka wirawan).

Nyoman Parta: Ada Tiga Tipe Masyarakat Bali

 

SULUHBALI.CO, Denpasar — Pentolan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Nyoman Parta menyebut bahwa partainya mengawal Bali Mandara II, hal ini disampaikan politisi asal Gianyar ini saat simakrama Gubernur Bali dengan masyarakat di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (28/9). Ketua Komisi IV ini memberikan alasan mengapa partainya mendukung, “Karena program Bali Mandara jilid II ini adalah lanjutan dari program Bali Mandara jilid I. Sekarang Pak Mangku didukung Koalisi Bali Mandara bersama pak Sudikerta. Sedangkan Dulu didukung PDI Perjuangan. Jadi Bali Mandara Jilid I dan Jilid II milik rakyat Bali keseluruhan.”

Bali Mandara adalah program pro-rakyat yang dikomandoi Gubernur Mangku Pastika sejak ahun 2008 bersama Wakil Gubernur Bali AA Puspayoga dan berlanjut dengan Bali Mandara jilid 2, Mangku Pastika didampingi Ketut Sudikerta sebagai wakil gubernur hingga tahun 2018. Bali Mandara, Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera. Aplikasi programnya antara lain Bedah ribuan rumah, Gerbang Sadu, Simantri, Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM), sekolah Bali Mandara, beasiswa untuk siswa miskin dan berprestasi.

Pasangan Pastika Puspayoga didukung PDI-P dan pasangan Pastika-Sudikerta didukung oleh 9 partai politik, Demokrat, Golkar, Gerindra, PAN, Hanura, PakarPangan, PKPI, PNBK dan PKPB

Tiga Tipe Masyarakat Bali

Menurut alumnus Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) ini, saat ini ada 3 tipe masyarakat Bali, pertama  yang berpikirantidak perlu ada yang dibangun, cenderung membiarkan saja seperti yang ada saat ini, “Pokoknya apa adanya saja.” Kedua masyarakat yang berpikiran harus memanfaatkan potensi yang ada di Bali, misal potensi geotermal di Bedugul, potensi keindahan alam sehingga bisa mendapat nilai lebih.

Sambil menambahkan, pada tipe yang ketiga, masyarakat yang selalu ingin berbeda, “Apang maan melenan. Pak Gubernur nganginan, pang maan ngauhan,” ujar mantan sekretaris PDI-P Bali yang menyatakan ada yang ingin memang berbeda dengan gubernur, kalau gubernurnya ke timur, orang-orang ini akan ke barat. 

 

Comments

comments

Comments are closed.